nusabali

59 Kader Keamanan Pangan Ikuti Bimtek BPOM Buleleng

  • www.nusabali.com-59-kader-keamanan-pangan-ikuti-bimtek-bpom-buleleng

Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan para kader dapat langsung melakukan pendampingan dan  memberikan  pembinaan kepada komunitas-komunitas di lingkungannya,

SINGARAJA, NusaBali

Sebanyak 59 Kader Keamanan Pangan (KKP) di Buleleng diberdayakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Buleleng. Pemberdayaan dengan memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek), Selasa (28/7), di Bali Taman Beach Resort, kawasan wisata  Lovina, Buleleng. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) yang tengah digencarkan BPOM.

Kepala BPOM Buleleng I Made Ery Bahari Hantana mengatakan, Bimtek bertujuan untuk membentuk KKP yang dapat langsung terjun ke lapangan. "Dengan bimbingan teknis ini, diharapkan para kader dapat langsung turun ke lapangan dan melakukan pendampingan. Kader ini juga memberikan  pembinaan kepada komunitas-komunitas di lingkungannya," ujarnya di sela-sela penyampaian materi.

Jelas dia, materi Bimtek antrara lain tentang peningkatan pemahaman dan kemampuan terhadap praktik keamanan pangan. Peningkatan pengetahuan tentang bahaya dan risiko pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan. "Prinsip keamanan pangan mesti terbebas dari tiga cemaran, yakni biologi, kimia, dan fisik," jelasnya.

SINGARAJA, NusaBali
Sebanyak 59 Kader
Keamanan Pangan (KKP) di Buleleng diberdayakan oleh Badan Pengawas Obat
dan Makanan (BPOM) Buleleng. Pemberdayaan dengan memberikan Bimbingan
Teknis (Bimtek), Selasa (28/7), di Bali Taman Beach Resort, kawasan
wisata  Lovina, Buleleng. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan
Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) yang tengah digencarkan BPOM.

Kepala
BPOM Buleleng I Made Ery Bahari Hantana mengatakan, Bimtek bertujuan
untuk membentuk KKP yang dapat langsung terjun ke lapangan. "Dengan
bimbingan teknis ini, diharapkan para kader dapat langsung turun ke
lapangan dan melakukan pendampingan. Kader ini juga memberikan 
pembinaan kepada komunitas-komunitas di lingkungannya," ujarnya di
sela-sela penyampaian materi.

Jelas dia, materi Bimtek antrara
lain tentang peningkatan pemahaman dan kemampuan terhadap praktik
keamanan pangan. Peningkatan pengetahuan tentang bahaya dan risiko
pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan. "Prinsip
keamanan pangan mesti terbebas dari tiga cemaran, yakni biologi, kimia,
dan fisik," jelasnya.

Dia menegaskan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.  Dalam
hal ini, pemerintah berperan dalam membuat regulasi pengawasan obat dan
makanan. Pelaku usaha bertanggungjawab untuk menjamin keamanan obat dan
makanan yang diproduksi. ‘’Sedangkan masyarakat dituntut untuk menjadi
konsumen yang cerdas dalam memilih produk yang akan digunakan atau
dikonsumsi," beber dia.

Peserta Bimtek KKP terdiri dari 49 orang
dari Buleleng dari TP (Tim Pembina) PKK, Dharma Wanita, BKOW (Badan
Koordinasi Organisasi Wanita), Wirawati Catur Panca, Salimah, Aisyiyah,
Muslimat NU, Fatayat NU, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Kwartir Cabang Gerakan
Pramuka Buleleng. 10 orang lagi dari organisasi masyarakat Kota
Denpasar. "Kader sebagai perpanjangan tangan BPOM bisa ikut memasukkan
program ini lebih intens dalam program-program organisasi mereka. Serta
lebih intens menyebarkan ke anggota," tambah Ery.  Dia juga minta KKP
membina minimal kepada lima orang tentang keamanan pangan. Sehingga akan
ada 250 warga yang paham tentang keamanan pangan. *cr75

Dia menegaskan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama.  Dalam hal ini, pemerintah berperan dalam membuat regulasi pengawasan obat dan makanan. Pelaku usaha bertanggungjawab untuk menjamin keamanan obat dan makanan yang diproduksi. ‘’Sedangkan masyarakat dituntut untuk menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih produk yang akan digunakan atau dikonsumsi," beber dia.

Peserta Bimtek KKP terdiri dari 49 orang dari Buleleng dari TP (Tim Pembina) PKK, Dharma Wanita, BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita), Wirawati Catur Panca, Salimah, Aisyiyah, Muslimat NU, Fatayat NU, Nasyiatul ‘Aisyiyah, dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng. 10 orang lagi dari organisasi masyarakat Kota Denpasar. "Kader sebagai perpanjangan tangan BPOM bisa ikut memasukkan program ini lebih intens dalam program-program organisasi mereka. Serta lebih intens menyebarkan ke anggota," tambah Ery.  Dia juga minta KKP membina minimal kepada lima orang tentang keamanan pangan. Sehingga akan ada 250 warga yang paham tentang keamanan pangan. *cr75

loading...

Komentar