nusabali

4 Bedeng dan 1 Sepeda Motor di Desa Sakti Ludes Terbakar

  • www.nusabali.com-4-bedeng-dan-1-sepeda-motor-di-desa-sakti-ludes-terbakar

SEMARAPURA, NusaBali
Tempat tinggal buruh berupa bedeng di Banjar/Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, ludes terbakar, Kamis (9/7) siang.

Api dengan cepat membesar hingga membakar tiga bangunan bedeng beserta isinya.  Sebuah sepeda motor Yamaha Vixion DK 2585 MY parkir di samping bedeng, ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian materiil dari kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui terjadi pada Kamis kemarin, sekitar pukul 13.45 Wita. Saat itu seorang buruh Toni Jaelani,37, beralamat di Jalan Pulau Indah, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, akan mengambil bahan bangunan di gudang yang lokasinya berdekatan dengan bedeng. Ternyata Toni melihat ada kobaran api dari lokasi dapur di areal bedeng. Saat Toni mendekat, ternyata benar api sudah membakar bangunan dapur yang kebetulan terbuat dari bambu dan triplek.

Selanjutnya, peristiwa tersebut disampaikan kepada I Nyoman Arya selaku mandor. Mengetahui kejadian itu, warga sekitar bergegas memadamkan api dengan alat seadanya.

Api dengan mudah membesar dan meludeskan bedeng. Karena seluruh bagian bedeng terbuat dari bahan mudah terbakar, seperti bambu dan triplek serta beratapkan seng dan terpal. Dampaknya, warga sangat kewalahan dalam memadamkan api.

Akibat kejadian itu, empat buah bangunan bedeng beserta isinya dan sebuah sepeda motor Vixion DK 2585 MY milik burun, Sarwono, yang diparkir di samping bedeng, ludes terbakar.

Peristiwa ini sempat dilaporkan ke Pos Damkar Nusa Penida. "Diduga api berasal dari adanya konsleting arus listrik dari stop kontak tempat sambungan rice cooker untuk memasak nasi," ujar Kepala Ssatpol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta.

Dia mengatakan, begitu menerima laporan dari warga, satu unit mobil Damkar Pos Nusa Penida langsung meluncur ke lokasi kejadian. Tak berselang lama api dapat dipadamkan. "Kerugian mencapai sekitar Rp 50 juta," ujarnya.*wan

loading...

Komentar