nusabali

Mpok Atiek Jual Perhiasaan

Tak Kuat Bayar Karyawan

  • www.nusabali.com-mpok-atiek-jual-perhiasaan

JAKARTA, NusaBali
Komedian Mpok Atiek mengaku kerap menjual barang-barang berharganya semasa pandemi Corona.

Hal ini dilakukan untuk membayar gaji karyawannya saat ini. Dijelaskan Mpok Atiek, ia tak masalah menjual barang-barang berharganya. Saat ditemui di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (7/7), Mpok Atiek mengaku tak mau mengeluh perihal masalahnya ini.

"(Menjual barang berharga) Iya, benda yang nggak kelihatan, kan. Itu kan jarang dipakai, dipakainya sekali-kali saja. Ya mau nggak mau," ujar Mpok Atiek.

"Kebetulan juga kan kita punya barang, simpenan untuk nolongin diri kita. Nggak jadi masalah buat saya, suatu saat kalau ada striping lagi bisa beli lagi. Jadi ngambil positifnya saja, nggak terlalu stres," jawabnya lagi.

Dijelaskan Mpok Atiek, jumlah barang-barang berharga miliknya yang dijual cukup banyak. Hasil penjualannya dialokasikan untuk membayar upah karyawannya, tagihan listrik, hingga kebutuhan sehari-harinya.

"(Harta yang dijual) Lumayan banyaklah. Tahu sendirilah usaha tanpa penghasilan, tapi saya harus tetap gaji karyawan, tetap bayar listrik, supir, pembantu, bayar asisten. Sedangkan pemasukkan sama sekali nggak ada. Mau nggak mau harus berkorban," papar Mpok Atiek.

Lebih lanjut, Mpok Atiek menyebutkan barang-barang apa saja miliknya yang dijual. Jikalau pandemi masih terus berjalan dan keuangannya belum stabil, ia masih akan menjual barang-barangnya lagi.

"Gelang, cincin berlian, giwang semuanya ada beberapa biji," tuturnya. "Kalau Corona masih panjang ke depannya, ya masih ada lagi yang dijual. Yang penting yang dijual (barang) yang nggak kelihatan," jelasnya seperti dilansir detikcom.

Selain itu, Mpok Atiek sempat menjelaskan kondisi usahanya yang sudah mulai membaik, meski belum sepenuhnya.

"(Bisnis) Berjalan sudah, tapi pendapatan belum seperti semula. Awal buka cuma Rp 1 juta sekian, ya Allah tolong. Karyawan banyak. Itu belum termasuk modal. Alhamdulillah sekarang sudah berkisar Rp 10 sampai Rp 12 juta," tutup Mpok Atiek. *

loading...

Komentar