nusabali

OTG Prioritas Pantauan di Buleleng

  • www.nusabali.com-otg-prioritas-pantauan-di-buleleng

Penularan melalui OTG juga disebut paling berbahaya karena tak menunjukkan gejala klinis.

SINGARAJA, NusaBali

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, memantau secara ketat atau memprioritaskan Orang Tanpa Gejala (OTG). Karena dari 102 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, hingga Selasa (7/7) kemarin, didominasi atau 85 orang dari kalangan OTG. 10 lainnya dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 7 kasus terkonfirmasi dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng Gede Suyasa, saat memberikan keterangan update Covid-19 melalui video conferencenya, Selasa (7/7),   mengatakan selain 85 orang OTG yang masuk dalam daftar pasien terkonfirmasi, ada satu penambahan OTG yang dirawat di RS Pratama Giri Emas. OTG  ini adalah seorang ibu hamil dengan hasil rapid test reaktif. OTG asal Kecamatan Sukasada ini, disebut Suyasa, awalnya hanya memeriksakan kandungan di RSUD Buleleng dan saat ini sedang menunggu hasil tes swab. “Kasus terkonfirmasi dan yang sembuh hari ini (Selasa, Red) memang tidak ada penambahan dari data kemarin. Hanya ada penambahan satu OTG yang dirawat dan menunggu hasil swab,” jelas Suyasa.

Jelas dia, OTG yang terkonfirmasi positif dominan  aau 83,3 persen dari seluruh pasien terkonfirmasi jika dibandingkan dengan PDP dan ODP. Mereka tertular kebanyakan dari hasil kontak erat dengan PDP yang terkonfirmasi sebelumnya. Menurutnya, kasus terkonfirmasi dari OTG adalah kasus yang paling berbahaya. Karena mereka tak menunjukkan gejala klinis yang mengarah ke Covid-19, seperti demam, batuk, dan sesak nafas. ‘’Kondisi ini sangat menyulitkan gugus tugas dalam mendeteksi siapa saja masyarakat terpapar virus membahayakan itu,’’ ujar mantan Asisten III Setda Buleleng ini.

Jelas dia,  seluruh masyarakat yang selama ini tidak mengalami gejala sama berpotensinya masuk ke dalam kelompok OTG. Sehingga masyarakat dengan fakta ini diharapkan tidak lengah dan lalai dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Pemkab Buleleng dalam hal ini GTPP kini terus mendeteksi dini OTG yang terjangkit virus dari hasil tracing secara diam-diam. GTPP juga melakukan rapid test massal pada sejumlah pedagang pasar untuk mencegah terjadinya penularan di klaster pasar yang sangat potensial. “Kami memang sudah lakukan secara silent sampai Dinas Kesehatan memandang sampel yang diuji sudah cukup. Rapid test acak ini untuk mendeteksi OTG, jangan sampai berkeliaran dan kita tak tahu dan tak lakukan sesuatu sehingga dapat mengakibatkan ledakan kasus,” tegasnya.*k23

Komentar