nusabali

Ditemui Kakan BPN, Bupati Artha Minta Perjelas Status Tanah Mes Sekolah

  • www.nusabali.com-ditemui-kakan-bpn-bupati-artha-minta-perjelas-status-tanah-mes-sekolah

NEGARA, NusaBali
Bupati Jembrana I Putu Artha minta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jembrana membantu pemkab dalam upaya memperjelas aset-aset tanah milik pemerintah.

Salah satunya, tanah mes sekolah-sekolah yang banyak tidak dimanfaatkan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Artha saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor (Kakan) BPN Jembrana yang baru I Made Sumadra, di Ruang Pertemuan VIP Kantor Bupati Jembrana, Selasa (7/7). Didampingi Sekda I Made Sudiada, Asisten I I Nengah Ledang, Bupati Artha mengapresiasi kunjungan silaturahmi Kakan BPN Jembrana. Menurut Bupati Artha, cukup banyak tugas di bidang pertanahan yang perlu segera ditindaklanjuti. Seperti aset tanah mes sekolah. Di mana aset tanah mes sekolah kini banyak tidak dimanfaatkan menyusul adanya kebijakan zonasi guru yang mengajar di sekolah-sekolah terdekat. “Hal itu berdampak pada  mes sekolah  yang tidak difungsikan. Untuk menghindari agar aset-aset pemerintah itu tidak menjadi masalah, pihak BPN kami harapkan untuk sesegera mungkin menyelesaikan secara hukum,” ujarnya.

Di samping mes sekolah, ada permasalahan aset-aset tanah umat yang sudah lama belum terselesaikan. Jika tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan masalah aset-aset umat itu bisa menjadi polemik yang cukup riskan, dan ke depannya akan semakin sulit terselesaikan. “Kami harap BPN ikut membantu kejelasan dan keberadaan tanah-tanah umat sehingga tidak menjadi polemik di masyarakat,” ungkap Bupati Artha.

Made Sumadra mengatakan, kedatangannya menemui Bupati merupakan kunjungan silaturahmi. Berbagai masukan dan informasi dari Bupati Artha itu akan segera ditindaklanjuti. “Semua masukan dan informasi itu telah kami catat, dan setelah pertemuan ini kami akan segera tindaklanjuti. Terutama keberadaan mes-mes sekolah termasuk tanah-tanah umat, dengan segera kami tindaklanjuti bersama tim teknis di lapangan,” ucap Made Sumadra yang dilantik pada 1 Juli 2020. *ode

loading...

Komentar