nusabali

Pengelola Usaha Wisata Fokus SOP

  • www.nusabali.com-pengelola-usaha-wisata-fokus-sop

DENPASAR, NusaBali
Manajemen usaha wisata mempercepat melakukan persiapan penerapan standar operasional prosedur (SOP) new normal pariwisata Bali.

Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa mereka siap beroperasi  menerima wisatawan. “Ya sebagaimana yang lain kami juga sudah mempersiapkan SOP,” ujar Putu Eddo Arthawan, Manajer  Maya Resort and Spa  Sanur, Senin (6/7).

Panduan  SOP, kata Eddo,  juga sudah jelas yakni berdasarkan CHS  (cleanliness, healthy, safety). Mulai dari penjemputan tamu,  proses check in, masuk kamar dan fasilitas lainnya semua ada  SOP-nya. Prosedur atau protokol secara teknis sedemikian rupa, sehingga tamu tetap merasa nyaman dan aman.

Tidak hanya hanya tamu, barang- barang atau produk untuk keperluan hotel juga melalui proses sterilisasi yang ketat. “Kami  juga menyiapkan inovasi-inovasi untuk  lebih memastikan dan meyakinkan penerapan SOP new normal,” ujarnya. Di antaranya rencana memanfaatkan lampu UV Light atau sinar ultraviolet. Salah satunya tujuannya untuk sterilisasi kamar atau ruangan, sehingga benar-benar steril dari virus.

Paparnya, staf dan karyawan juga telah dipersiapkan untuk training  SOP. “Sehingga Agustus ketika kami buka, semua sudah siap,” ujar Eddo. Maya Resort and Spa merupakan salah satu hotel bintang 5. Untuk diketahui hotel berbintang verifikasi untuk sertifikasi dilakukan Tim Verifikasi Pemprov Bali yang digawangi Dinas Pariwisata (Diparda) Bali.

Pengelola akomodasi lain seperti villa-villa menyatakan juga senada.“Kalau sektor pariwisata seperti kami di BVA sudah pasti siap menerapkan SOP new normal,” ujarnya. Manajemen atau pengelola villa yang tergabung dalam wadah BVA sedang dan sudah melakukan sosialisasi penerapan SOP. Juga pelatihan dan training kepada staf dan karyawan.“Memang pariwisata belum ada gerakan, namun kami di BVA  sudah menyiapkan SOP new normal,” ujarnya. Prinsip industri pariwisata dalam hal ini asosiasi villa sudah siap.

Tak hanya industri pariwisata, Sukarta meminta pihak di luar sektor pariwisata juga siap dengan SOP new normal. Di antaranya di area layanan public seperti pasar maupun sektor lain. Karena bagaimanapun juga, walaupun di sektor pariwisata penerapan SOP dilakukan secara ketat, namun di sektor lain longgar atau malah tidak melakukannya tentu jeleknya dampaknya. “Ini justru jadi bumerang  bagi pariwisata Bali,” ucapnya.

Karena itulah kata Sukarta, wilayah atau area layanan public yang di antaranya merupakan kewenangan pemerintah juga harus dipastikan penerapan SOP dilakukan dengan bersungguh-sungguh.*k17

loading...

Komentar