nusabali

Kasek SMAN Bali Mandara, Nyoman Darta

Jadi Ikon Guru Penggerak di Indonesia

  • www.nusabali.com-kasek-sman-bali-mandara-nyoman-darta

Dengan program unggulan research base school (satu murid, satu riset), pengembangan guru di sekolah Pak Darta dilakukan melalui komunitas praktik dan membentuk komunitas guru berbagi

DENPASAR, NusaBali
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendorong tiap guru agar fokus pada dampak hasil belajar murid melalui pengembangan kepemimpinan dan pedagogis guru. Melalui program Guru Penggerak diharapkannya dapat memberi perubahan bagi pendidikan Indonesia.

"Keberhasilan menjalankan aktivitas menjadi guru penggerak ini tentunya tidak mudah. Untuk itu, dibutuhkan keikhlasan yang datang dari hati, karena akan memiliki tanggung jawab yang lebih dari status guru sebelumnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Nadiem menuturkan sebagai guru penggerak harus berani melakukan perubahan dan berani mengambil risiko dalam berinovasi untuk menjadi pemimpin pendidikan masa depan dan menjadi roda perubahan pada sistem pendidikan di Indonesia.

Seperti halnya dua kepala sekolah yang merupakan cerminan guru penggerak yang sudah menerapkan kepemimpinan yang holistic dan berkelanjutan yakni Nyoman Darta, Kepala Sekolah SMAN 1 Bali Mandara, Bali yang mayoritas murid di sekolahnya berasal dari keluarga miskin, bahkan ada yang terindikasi tidak mengkonsumsi gizi yang cukup.

Namun, Pak Darta percaya bahwa semua anak mempunyai potensi yang unik dan tidak soal latar belakang ekonominya. Dengan program unggulan research base school (satu murid, satu riset), pengembangan guru di sekolah Pak Darta dilakukan melalui komunitas praktik dan membentuk komunitas guru berbagi.

Pak Darta juga rutin mendampingi guru-guru untuk terus mengembangkan diri dan saling membagi praktik. Hasilnya, murid-murid di sekolahnya bisa berkembang dan meraih berbagai ribuan prestasi di bidang akademik dan nonakademik dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. Sebanyak 97% alumni SMAN 1 Bali Mandara pun melanjutkan studi di universitas-universitas terbaik di Indonesia bahkan juga di mancanegara.

Lain lagi dengan Ibu Mariance Wila Dida, Kepala Sekolah SDN 9 Masohi, Maluku Tengah. Sejak tahun 2016 perempuan yang akrab disapa Ibu An ini memimpin sekolahnya untuk bertransformasi sebagai sekolah ramah anak yang mendukung pembelajaran murid.

Pada awalnya, Ibu An merasa skeptis bahwa murid bisa menjadi disiplin tanpa dipukul. Namun, setelah menjalani penerapan disiplin positif dan pembelajaran aktif berpusat pada murid, ia melihat dampak positif pada murid dan guru.

Kini, Ibu An adalah Penggerak Komunitas Sekolah Ramah Anak di Maluku Tengah yang mendampingi sekolah-sekolah di Masohi untuk bertransformasi menjadi sekolah ramah anak. Hasilnya murid bisa menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, saling menyapa, murid bersemangat dan mandiri belajar.
Lain halnya dengan

"Satu hal yang saya lihat dari cara bicara ibu An dan Pak Darta, berapa kali menyebut untuk anak, untuk anak, untuk anak ini salah satu benang merah yang saya tarik dari semua guru penggerak atau kepala sekolah penggerak, adalah orientasi kepada anak yang luar biasa, seperti obsesi. Semua itu ya untuk anak dan pada saat kita mengerahkan paradigma itu pada anak," ungkap Nadiem.

"Hal-hal yang kita lakukan menjadi jauh lebih jelas. Arah pembelajaran kita menjadi jauh lebih jelas. Saya salut dan apresiasi kepada Ibu An dan Bapak Darta untuk menginspirasi bukan hanya komunitas sekitar sekolah itu, tapi Saya sebagai Menteri menjadi jauh lebih semangat, melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan Ibu An dan Pak Darta," imbuhnya.

Dari gambaran keberhasilan dua kepala sekolah tersebut Nadiem berharap bisa memberikan semangat bagi seluruh guru untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia. "Dengan diluncurkannya Merdeka Belajar Episode 5 : Guru Penggerak ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Indonesia dan semakin banyak calon guru penggerak yang terlibat, dan program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak positif demi kemajuan pendidikan di Indonesia," pungkasnya. *rez

loading...

Komentar