nusabali

Dominan Orang Eropa dan Australia 'Rindu' Bali

  • www.nusabali.com-dominan-orang-eropa-dan-australia-rindu-bali

DENPASAR, NusaBali
Dominan warga Eropa dan Australia diklaim sudah rindu Bali. Karena itulah rencana normalisasi pariwisata Bali melalui persiapan verifikasi penerapan SOP new normal pariwisata didukung penuh kalangan industri pariwisata.

Ketua BPC PHRI Badung yang juga Wakil Ketua BPD PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai  Suryawijaya mengungkapkan tentang keinginan wisatawan Eropa dan Australia untuk cepat bisa menikmati Bali, yang sebelum tutup karena pandemi Covid-19.

“Berdasarkan polling dari webinar internasional yang dilaksanakan Kabupaten Badung bekerjasama dengan Kemenparkeraf, 80 persen penduduk Eropa, terus 90 persen warga Australia rindu Bali,” ujar Rai Suryawijaya, sapaan tokoh pariwisata Bali asal Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (3/7).

Webinar pariwisata internasional tersebut digelar 8 Juni lalu, melibatkan stakeholder kepariwisataan.Di antaranya  Visit Indonesian Tourist Offcier (VITO) atau perwakilan/ orang yang ditugaskan mempromosikan kunjungan wisata ke Indonesia, di luar negeri. “Dari situlah diketahui soal dominan keinginan warga Eropa dan Australia berkunjung ke Indonesia/Bali,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, untuk Uni Eropa yang terdiri dari 28 negara telah membuka bordernya untuk 54 negara di dunia. Salah satunya termasuk Indonesia. “Jadi tinggal kita, kapan siap,” katanya.

Karena itulah mengapa industri pariwisata sangat mengapresiasi langkah Pemprov Bali melalukan langkah-langkah persiapan new normal pariwisata Bali, salah satunya lewat verifikasi SOP new normal pada usaha wisata, destinasi dan pendukung sarana kepariwisataan Bali lainnya. “Kami  mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam hal ini diwakili oleh  Dinas Pariwisata Provinsi  Bali untuk memulihkan pariwisata kita pasca Covid-19” tandas Rai Suryawijaya.

Sementara Tim Verifikasi SOP New Normal Pariwisata Bali, mulai melakukan kick off verifikasi , Jumat (3/7) di Griya Royal Santrian Resort di Tanjung Benoa, Badung. Tim dipimpin Kadiparda Bali I Putu Astawa dengan koordinator I Made Yoga Iswara dan anggota lainnya dari stakeholder kepariwisataan Bali.

“Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali bekerja sama dengan asosiasi pariwisata  membentuk tim verifikasi untuk  mengecek penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, atau Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru,”jelas Astawa.Stakeholder pariwisata tersebut di antaranya kalangan asosiasi mulai dari PHRI, Asita, Pawiba dan lainnya.

Untuk proses assessment sudah ditetapkan berbagai indicator yang sesuai dengan standar CHS (Cleanliness, Health, Safety) yang ditetapkan  WHO. “Jadi protokol kedatangan, pelayanan serta kebersihan tempat usaha harus memenuhi semua indicator ini,” harapnya.

 Astawa menegaskan verifikasi dan sertifikasi  untuk memastikan agar sektor pariwisata tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19. Selain itu, sertifikasi untuk membangun kepercayaan masyarakat wisata internasional,bahwa Bali benar-benar siap dengan new normal pariwisata dengan protocol  kesehatan dan keselamatan wisatawan yang terstandar.

Tambah Astawa, diharapkan semua berjalan lancar.  Rencananya 5 Juli nanti akan ada persembahyangan bersama dipimpin Gubernur Bali I Wayan Koster untuk persiapan pembukaan new normal pariwisata. Oktober keadaan (pandemi Covid-19) diharapkan sudah membaik, sehingga kunjungan wisman bisa dimulai. *k17

loading...

Komentar