nusabali

Bisnis Waralaba Lesu

Tahun 2021 Baru Bisa Pulih

  • www.nusabali.com-bisnis-waralaba-lesu

JAKARTA, NusaBali
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit mengakui bisnis waralaba lesu karena terdampak pandemi Covid-19, terutama karena adanya pembatasan hingga ditutupnya pusat belanja dan perkantoran.

"Covid-19 membuat waralaba lesu dengan ditutupnya mal dan perkantoran. Begitu juga waralaba asing yang mau masuk ke Indonesia jadi banyak yang tertunda," katanya dalam diskusi daring, Kamis (2/7).

Menurut Levita, sama dengan bisnis lainnya, bisnis waralaba kemungkinan masih butuh waktu untuk bisa kembali pulih. Ia memperkirakan pemulihan baru akan bisa terjadi tahun depan karena saat ini sudah memasuki semester kedua 2020. "Mungkin estimasi tahun depan (pulih), karena daya beli masyarakat juga berkurang, tentu butuh waktu untuk mengembalikan keadaan seperti dulu," imbuhnya.

Kendati bisnis waralaba melesu, menurut Levita, minat pelaku usaha untuk menjadikan bisnis mereka jadi tuan rumah di negeri sendiri tetap tinggi. Oleh karena itu, momentum ini disebutnya harus jadi kesempatan untuk menggelorakan bisnis lokal.  Ketua Komite Tetap Waralaba, Lisensi dan Kemitraan Kadin itu menambahkan, hikmah seperti itu juga terjadi beberapa tahun silam, di mana bisnis waralaba lokal mulai naik daun setelah krisis moneter.

"Waralaba Indonesia pun mulai berkembang setelah krismon. Saat itu waralaba lokal mulai naik daun, yang asing memang berkurang. Nah ini mungkin akan terulang lagi. Maka ini saatnya waralaba lokal mengembangkan bisnis di negeri sendiri, bahkan bisa ekspansi waralaba ke luar negeri," katanya.

Levita juga mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan kreativitas sebagaimana yang banyak dilakukan masyarakat di tengah pandemi dengan mulai membuka usaha.

"Ini saatnya kita menunjukkan kreativitas untuk melakukan lebih dari sebelumnya. Sekarang juga banyak entrepreneur baru, entah korban Covid, korban PHK atau dirumahkan. Ini jadi semangat baru untuk kita memulai usaha, khususnya waralaba, karena semua bisnis di Indonesia bisa diwaralabakan," pungkasnya. *

loading...

Komentar