nusabali

Pastikan Gaji Karyawan Terbayar Saat Covid-19

Komisi III DPRD Badung Kunker ke Perumda Pasar MGS

  • www.nusabali.com-pastikan-gaji-karyawan-terbayar-saat-covid-19

MANGUPURA, NusaBali
Jajaran Komisi III DPRD Badung melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Badung, Kamis (2/7).

Selain memastikan protokol kesehatan terlaksana dengan baik, Komisi III juga ingin tahu produktivitas Perumda di saat pandemi Covid-19, termasuk memastikan apakah gaji terbayarkan saat pandemi Covid-19.

Kunker dipimpin Ketua Komisi III I Putu Alit Yandinata, diikuti sejumlah anggota, Wayan Sandra, Gusti Ngurah Saskara, Made Suryananda, dan Made Reta. Rombongan Komisi III diterima Dirut Perumda Pasar MGS Made Sukantra didampingi Direktur Operasional Wayan Astika dan Dirum Wayan Mustika bersama sejumlah kabag.

Alit Yandinata menyatakan kedatangannya guna memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan di seluruh pasar yang dikelola oleh Perumda Pasar MGS Badung. “Selain itu, kami ingin tahun produktivitas Pasar MGS Badung selama pandemi seperti apa. Kkami berharap gaji pegawai bisa terbayar dengan baik,” ujar politisi PDIP tersebut.

Pihaknya tak meminta berapa keuntungan Perumda Pasar MGS Badung yang bisa disetorkan ke kas daerah. Namun, yang paling penting bagaimana kesejahteraan karyawan tetap terjaga. Artinya gaji tetap dibayarkan sesuai dengan hak dan kewajiban.

Alit Yandinata juga memberi apresiasi kepada Perumda Pasar MGS Badung karena sudah mampu melakukan pengembangan bisnis. Selain menjual jasa, Perumda Pasar MGS Badung saat ini juga sudah memasok barang-barang dagangan bagi pedagang di 11 pasar yang dikelola. “Kami sambut baik inovasi yang dilakukan di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Wayan Sandra lebih banyak menyorot soal protokol kesehatan di pasar yang dikelola Perumda Pasar MGS Badung. Pasar memang ada di Badung, namun pengunjungnya bisa berasal dari luar Badung. Karena itu, politisi asal Kuta Utara itu minta Pasar MGS Badung benar-benar melaksanakan protokol kesehatan dengan baik untuk mencegah pasar sebagai kluster penyebaran.

Hal sama dikemukakan Made Retha. Menurutnya, saat ini penyelamatan jiwa lebih penting dibanding keuntungan. Untuk itu, dia minta Perumda Pasar MGS Badung menolak pengunjung yang tak mengindahkan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker. Dia juga mengapresiasi SOP protokol kesehatan yang telah dilakukan oleh Perumda Pasar MGS Badung seperti menyediakan tempat cuci tangan, melakukan penyemprotan disinfektan, dan mengumumkan apa yang harus dilakukan pedagang dan pengunjung.

GN Saskara lebih banyak menanyakan produktivitas Perumda Pasar MGS Badung selama pandemi Covid-19. “Sumber pendapatan seperti apa, bagaimana dengan karyawan,” tanya politisi Partai Golkar tersebut.

Made Suryananada lebih banyak memberikan paparan soal dampak Covid-19 baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Karena itu, dia berharap pasar memainkan peran dalam memutar ekonomi masyarakat.

Made Sukantra mengakui, pada 11 unit usaha yang dikelola telah melaksanakan protokol kesehatan. Pada setiap unit pasar telah dilengkapi dengan wastafel untuk cuci tangan bagi para pengunjung dan pedagang pasar. “Kami juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Pengunjung dan pedagang wajib mengenakan masker,” katanya.

Selain itu, imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan kepada pengunjung pasar melalui pengeras suara juga telah dilakukan di setiap pasaran secara berkala dua jam sekali. “Untuk para pengunjung kami wajib menggunakan masker. Bagi yang tidak memakai masker, kami tidak perkenankan masuk pasar, dan pengunjung sudah paham itu,” katanya.

Untuk kesejahteraan karyawan, Sukantra menegaskan tetap diberikan gaji sebagaimana mestinya. “Dengan efisiensi yang kami lakukan, gaji karyawan bisa terbayar sebagaimana mestinya, termasuk tidak ada melakukan PHK maupun perumahan karyawan,” katanya.

Sukantara membeberkan data pendapatan Perumda Pasar MGS Badung dalam 6 bulan. Pada Januari terealisasi Rp 1,917 miliar (92,58 persen), Februari 2020 tercapai Rp 1,635 miliar (78,97 persen), Maret Rp 1,483 miliar (71,61 persen), April Rp 1,181 miliar (57,07 persen), dan Mei terealisasi Rp 1,352 miliar (65,31 persen). Untuk bulan Juni dan Juli 2020, Sukantra yakin pendapatan akan terdongkrak di pasar hewan karena ada Hari Raya Idul Adha (31 Juli 2020) yang akan datang. *asa

loading...

Komentar