nusabali

Desa Kerta - Buahan Kaja Lirik Agrowisata

TMMD Buat Jalan Penyambung Dua Desa

  • www.nusabali.com-desa-kerta-buahan-kaja-lirik-agrowisata

GIANYAR, NusaBali
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108  membangun jalan penghubung Desa Buahan Kaja dengan Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar.

Dengan jalan penyambung itu, dua desa ini kini melirik pengembangan agrowisata, sebagaimana potensi pertanian dua desa  di pegunungan ini.  

Hal itu disampaikan Perbekel Kerta Made Gunawan saat pembukaan secara resmi pelaksananaan TMMD di Aula Kodim 1616/Gianyar, Selasa (30/6).

Gunawan mengatakan TMMD sangat dinantikan oleh masyarakat dua desa itu. “Terpenting bisa mempelnacar jalur transportasi hasil pertanian. Selain itu, sebagai akses buka jalan lingkar kecamatan yang tidak hanya menghubungkan Desa Kerta dengan Buahan Kaja, tapi juga dengan desa-desa lain,” jelasnya.

Dalam hal pendidikan, jelas dia, jalan ini akan memperpendek jarak tempuh pelajar SMPN 3 Payangan asal Desa Kerta. “Mendekatkan anak ke sekolah, karena ada dua banjar di desa kami lebih dekat sekolah ke SMPN 3 Payangan di Desa Buahan Kaja,” ujarnya.  Dari segi ekonomi, papar Gunawan, dua desa ini ke depan akan berkolaborasi mengembangkan desa wisata. “Kami sama-sama punya potensi agrowisata, sehingga akan dijadikan paket wisata membangun ekonomi desa,” imbuhnya.

Terkait itu, Pemkab Gianyar menggelontorkan dana Rp 1,9 miliar untuk mendukung program TMMD ke-108 tersebut. Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra menilai dana dari APBD Tahun 2020 ini cukup besar. “Alokasi anggaran ini sesuai kondisi di lapangan,” ujar Mahayastra, usai membacakan sambutan Gubernur Bali yang membuka secara resmi pelaksananaan TMMD. Dengan dana itu, bisa langsung untuk membuat jalan berhotmix. Sehingga akan terbuka potensi untuk pertumbuhan akomodasi wisata seperti vila, restoran, dan lainnya.

Bupati Mahayastra meminta agar lebar jalan yang dibuka bisa sekitar 7 - 8 meter. Sehingga kedepan lebih mudah dalam kaitan pengembangan akomodasi penunjang pariwisata. Sebaliknya, jika jalan sempit dan pariwisata menggeliat, khawatir akan sulit membujuk pemilik lahan. “Dandim sudah janji, saatnya sekarang clearkan. Sekalian buat jalan besar. Karena jika setelah berkembang baru diperlebar, harga ekonomisnya tinggi, masyarakat atau pemilik lahan bisa minta ganti rugi. Bisa sulit,” pintanya.

Bupati Mahayastra meyakini, jalan penghubung Desa Buahan Kaja - Desa Kerta ini akan berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata maupun ekonomi masyarakat sekitar. “Saya yakin, setelah dibuka jalan. Wilayah tersebut akan memiliki nilai ekonomi luar biasa ke depan,” jelasnya. Menurutnya, masyarakat sekitar menyambut antusias pembukaan jalan ini. “Masyarakat senang. Jalan berfungsi banyak, bisa menghubungkan Kebun Raya Gianyar di Desa Kerta dengan destinasi wisata baru di Banjar Pausan,  Desa Buahan Kaja, yakni danau buatan berupa bendungan. Akan ada juga jembatan ke barat. Jadi yang rasanya kejauhan ke Bedugul, bisa beralih liburan ke Payangan saja,” ujar Mahayastra. Oleh karena berlangsung dalam situasi Pandemi Covid-19, pihaknya menegaskan pelaksanaan kegiatan wajib mentaati protokol kesehatan.

Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Frandi Siboro menjelaskan TMMD ini akan berlangsung selama 30 hari kedepan. Dalam rangka membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, melaksanakan serbuan territorial, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh dan memelihara serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Sasaran fisik, akan dibuka jalan sepanjang 2.359 meter dengan lebar 8 meter. Pembuatan bought deckker, pemasangan box culvert dan pembuatan saluran beton sikluf panjang 100 meter,” jelasnya.

Sedangkan kegiatan non fisik, akan dilakukan di tingkat dusun berupa kegiatan penyuluhan kesadaran wawasan kebangsaan dan bela negara, penanggulanan bencana alam/Covid-19, penyuluhan bidang pertanian, perkebunan, hukum dan kamtibmas, penyuluhan anti narkoba, pariwisata, peternakan, agama, serta gerakan hidup bersih. Selama kegiatan ini, Kodim 1616/Gianyar mengerahkan sekitar 150 personel selama proses pengerjaan. Seperti TMMD biasanya, selama pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan warga sekitar.

Dikatakan, pembangunan badan jalan ini sudah sejak lama menjadi harapan masyarakat desa setempat. Sehingga warga yang punya lahan, merelakan untuk dijadikan akses jalan. Selain jalan juga akan langsung dibangun jembatan sepannjang 10 meter. Proses pengerjaan nanti dilakukan dari dua arah. "Nanti dikerjakan dari dua arah, karena disana ada sungai, jadi nanti titik temunya di sungai. Penghubungnya kami buatkan jembatan sepanjang 10 meter," katanya.*nvi

loading...

Komentar