nusabali

Nyeberang Jalan, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Motor

  • www.nusabali.com-nyeberang-jalan-pejalan-kaki-tewas-ditabrak-motor

GIANYAR, NusaBali
Kecelakaan lalulintas merenggut nyawa terjadi di jalan umum depan Balai Banjar Suka Duka, Kelurahan Samplangan, Gianyar, Senin (29/6) sekitar pukul 05.30 Wita.

Seorang pejalan kaki, I Nyoman Nita, 50, warga Lingkungan/Kelurahan Samplangan, Gianyar tewas ditabrak sepeda motor Honda Vario DK 2694 KAN yang dikendarai mahasiswa, I Wayan Wirawan, 35, asal Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.

Korban yang diketahui mengalami gangguan mental ini hendak nyeberang jalan dari utara ke selatan. Sedangkan sepeda motor melaju dari timur arah Klungkung ke barat.

Akibat tabrakan itu, pengendara sepeda motor mengalami luka kaki kanan lecet dan siku tangan terasa sakit. Kondisi sepeda motor mengalami kerusakan pada sayap depan dan stang bengkok. Sementara korban Nyoman Nita mengalami cedera kepala berat, patah kaki kiri dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Sanjiwani Gianyar.

Kasat Lantas Polres Gianyar, AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan, mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait lakalantas tersebut. “Pengendara sepeda motor saat ini masih dirawat, belum bisa dimintai keterangan,” jelasnya. Dijelaskan, sejak Januari 2020 telah terjadi sebanyak 141 kecelakaan lalu lintas. Dari kejadian itu, sebanyak 31 nyawa melayang sia-sia di jalan.

“Khusus bulan Juni ini tercatat ada 8 kali kecelakaan lalu lintas, korban meninggal 1,” jelasnya. Jumlah ini sedikit menurun dibanding bulan Mei sebelumnya yang tercatat 19 kecelakaan lalu lintas dengan 5 korban meninggal dunia.

Sementara menurut penuturan warga Kelurahan Samplangan, korban Nyoman Nita dalam keseharian akrab disapa Pak Loyok. Korban mengalami gangguan mental, namun tidak pernah mengganggu ketertiban umum. “Pak Loyok ini masih lajang, sehari-hari memang biasa keliling wilayah Samplangan berjalan kaki. Mengalami gangguan mental, tapi orangnya baik tidak pernah mengganggu,” ujar seorang warga yang enggan namanya dikorankan. Kehadiran korban justru dirasakan banyak menghibur dengan kata-kata andalannya ‘Pak Pong Ping Seg’. Pasca kejadian, jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka setelah sempat mendapatkan pertolongan di RS Sanjiwani, Gianyar. *nvi

loading...

Komentar