nusabali

Kapasitas 15 Bed, Ruang Isolasi RS Sanjiwani Penuh

  • www.nusabali.com-kapasitas-15-bed-ruang-isolasi-rs-sanjiwani-penuh

GIANYAR, NusaBali
Ruang Isolasi RSUD Sanjiwani Gianyar overload. Sebanyak 15 bed yang tersedia, seluruhnya telah ditempati oleh pasien Covid-19.

Sebagai tindak lanjut, Ketua  Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Kamis (25/6) mengaku sedang mengupayakan tempat karantina bagi pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala (OTG).

Sedangkan bagi pasien yang bergejala, Wisnu Wijaya mengaku sedang berkoordinasi dengan pihak rumah sakit rujukan di Bali. “Ruangan poli Covid RSUD Sanjiwani saat ini sudah penuh. Sesuai arahan Bapak Bupati, pada prinsipnya beliau akan menambah ruangan untuk merawat pasien Covid-19. Beliau memerintahkan Dinas Kesehatan dan RSUD Sanjiwani untuk membuat kajian secepatnya. Masih kita usahakan tempat perawatannya,” tegas Wisnu Wijaya yang Sekda Gianyar ini.

Terus bertambahnya jumlah pasien Covid-19 di bumi seni Gianyar, sejalan dengan gencarnya pelaksanaan tracing kontak, pelaksanaan rapid test dan swab tes pada masyarakat yang memiliki riwayat konta erat maupun gejala. Bahkan kini, total kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Gianyar nyaris tembus angka 100. Berdasarkan update website covid19gianyarkab.go.id hingga Kamis (25/6), jumlah kasus positif sebanyak 98 orang. Dari jumlah itu, 50 orang diantaranya berhasil sembuh, 1 meninggal dan 47 masih menjalani perawatan.

Dari total kumulatif tersebut, 10 diantaranya merupakan kasus baru. Tambahan kasus baru ini dialami mulai dari kalangan pengrajin, pedagang, anak-anak hingga karyawan toko bangunan. Seluruhnya terpapar karena transmisi lokal, punya riwayat kontak dengan pasien yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19.

Tambahan tersebut antara lain, dialami seorang pengrajin inisial AARM, 54, asal Banjar Pabean, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab, Rabu (24/6). Mulanya, perempuan ini mengalami demam, batuk kering dan mengeluh sesak nafas berat sejak dua pekan lalu, Rabu (10/6). Oleh karena memiliki gejala, pasien menjalani uji swab d RSUD Sanjiwani pada Selasa (22/6), dengan hasil keluar setelah dua hari yakni positif Covid-19.

Kasus kedua, dialami seorang pedagang inisial IMB, 66, asal Banjar Kawan, Desa/Kecamatan Tampaksiring. IMB merupakan kontak erat dengan pasien yang terlebih dahulu positif inisial NWS yang bekerja di Pasar Kumbasari. Kasus ketiga, kembali berasal dari Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, yakni inisial AAPA, 20, dan AFDP, bocah usia 12 tahun. “Keduanya merupakan satu keluarga dari kasus positif sebelumnya atas nama NMS yang dinyatakan positif 20 Juni 2020. Diduga, NMS tertular oleh suaminya AAAP yang dinyatakan positif pada tanggal 12 Juni 2020,” jelasnya.

Tambahan kasus 5 sampai 8, merupakan 4 orang karyawan toko bangunan. Terdiri dari inisial NKM, 34, asasl Banjar Sidan, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar. Yang bersangkutan karyawan toko bangunan yang berada di Gianyar. “Kemungkinan transmisi terjadi di tempat kerja, dimana sebelumnya terdapat beberapa kasu positif,” jelasnya. Hal serupa dialami, seorang perempuan karyawan toko bangunan inisial NNS, 42, asal Banjar Pasdalem, Kelurahan Gianyar. Dua lagi, dialami inisial NWS, 31, asal Lingkungan Sengguan Kangin, Kelurahan Gianyar dan IWR, 53, asal Lingkungan Samplangan, Kelurahan Samplangan.

Tambahan kasus ke 9 dialami inisial NNS, 57, pedagang asal Jalan Pasekan, Banjar Batu Aji, Desa Batubulan yang sempat mengeluh demam dan nyeri lambung, berobat ke sejumlah pelayanan kesehatan. Karena kondisi NNS tak kunjung membaik, dia kembali berobat ke rumah sakit swasta. Ketika itu, NNS sempat dirapid tes dengan hasil non reaktif. Akan tetapi hasil rontgen menunjukkan tanda pneumonia. “Tanggal 20 Juni yang bersangkutan dirujuk ke RSUP Sanglah, hari itu juga dilakukan uji swab pertama. Hasil keluar setelah dua hari, positif Covid-19 dan sampai saat ini pasien masih dirawat di RSUP Sanglah,” jelasnya.

Sementara tambahan kasus ke 10 dialami pegawai RS Wangaya Denpasar inisial DIP, 28, asal Banjar Buruan Desa/Kecamatan Tampaksiring. “Yang bersangkutan bekerja di rekam medis RS Wangaya. Sempat kontak dengan temannya yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif. Setelah diuji swab, hasilnya positif dan saat ini sudah langsung dirawat di RS Wangaya,” jelas Wisnu Wijaya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSUD Sanjiwani dr Ida Komang Upeksa membenarkan ruang isolasi berkaasitas 15 bed saat ini telah penuh. Pihaknya pun akan menindaklanjuti keinginan Bupati Gianyar agar kaasitas ruang isolasi ditambah. Terlebih akhir-akhir ini, kasus konfirmasi positif Covid-19 terus meningkat. Hanya saja, lagi berapa penambahan bed atau kapasitas pihaknya mengaku akan rapat terlebih dahulu. "Belum, belum. Sementara masih kajian. Besok baru akan dirapatkan," jelasnya. Sebagai ancang-ancang, kapasitas ruang isolasi diperkirakan akan bertambah 20 bed. "Jumlahnya, baru ancang-ancang disetujui 20 tempat tidur. Besok kita rapat," jelasnya. *nvi

loading...

Komentar