nusabali

Transmisi Lokal Meluas, IGD RS Ganesha Ditutup

Positif Covid-19 di Bali Tembus 1.158 Kasus

  • www.nusabali.com-transmisi-lokal-meluas-igd-rs-ganesha-ditutup

GIANYAR, NusaBali
Kasus transmisi lokal (penyebaran Covid-19 secara lokal) di internal RS Ganesha, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar semakin meluas.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Rawat Inap Lantai II RS Ganesha pun ditutup selama 14 hari.
Data terbaru yang diumumkan Rabu (24/6), seorang penunggu pasien di RS Ganesha terkonfirmasi positif Covid-19. Penunggu pasien berinisial NWWJ, 35, ini berasal dari Banjar Gelulung, Desa/Kecamatan Sukawati. Kesehariannya, penunggu pasien ini berprofesi sebagai perawat yang bertugas di Puskesmas Denpasar Utara I.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Ka-bupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, perawat bersangkutan sempat selama 8 hari menunggui ibu kandungnya yang sedang dirawat di RS Ganesha, sejak Sabtu (6/6) lalu. Setelah 8 hari menunggu ibunya di RS Ganesha, NWWJ mengalami de-mam disertai batuk.

Terungkap, perawat ini sempat turun bersama tim Dinas Kesehatan Kota Denpasar melakukan uji swab massal bagi pedagang di Pasar Kumbasari, Jalan Gajah Mada Denpasar. Karena memiliki riwayat kontak erat, maka NWWJ di-rapid test dengan hasil reaktif. Selanjutnya, kata Wisnu Wijaya, dilakukan uji swab di tempatnya be-kerja. Sembari menunggu hasil swab, NWWJ sempat menjalani karantina di hotel.

“Senin (22/6) lalu, hasil uji swab keluar di mana perawat ini dinyatakan positif SARS-COV-2. Keesokan harinya, dia dipindahkan ke karantina di hotel lainnya,” jelas Wisnu Wijaya yang juga Sekda Kabupaten Gianyar dalam keterangan persnya, Rabu kemarin.

Terkait meluasnya transmisi lokal ini, GTPP Covid-19 Gianyar sudah melakukan pengawasan ketat terhadap RS Ganesha. Semua unit yang tenaga kesehatannya terinfeksi, sudah ditutup sementara selama 14 hari. Termasuk, IGD RS Ganesha. “Ini sudah dilakukan sejak 8 hari lalu. Penutupan akan dilakukan selama 14 hari,” tandas Wisnu Wijaya.

Menurut Wisnu Wijaya, seluruh area RS Ganesha telah dilakukan sterilisasi. “Saat ini IGD, Ruang VK, Ruang Rawat Inap Lantai II, dan Poli Jantung di RS Ganesha ditutup sementara,” papar Wisnu Wijaya.

Wisnu Wijaya menyebutkan, jumlah tenaga kesehatan di RS Ganesha yang terkon-firmasi positif Covid-19 sampai saat ini mencapai 18 orang. Mereka terdiri dari 14 perawat, 2 dokter, 1 bidan, dan 1 cleaning service (petugas kebersihan).

Meluasnya transmisi lokal di RS Ganesha bermula dari keluarnya hasil uji swab pa-sien bocah 12 tahun asal Desa Seronggo, Kecamatan Gianyar, yang dinyatakan positif Corona setelah meninggal dan jenazahnya dikuburkan. Setelah itu, dilakukan uji swab terhadap sejumlah tenaga kesehatan. Hasilnya, 2 dokter di RS Ganesha dinyatakan positif Corona, 29 Mei 2020 lalu. Selanjutnya terjadi transmisi lokal hingga 14 perawat, 1 bidan, dan 1 cleaning servis terpapar Corona. Transmisi lokal ini terjadi sampai Selasa (23/6).

Sebagai deteksi dini kemungkinan bertambahnya transmisi lokal, menurut Wisnu Wijaya, tenaga medis di RS Ganesha sudah dirapid test, dilanjut dengan uji swab bagi yang hasilnya reaktif. “Sampai tanggal 19 Juni 2020, sebanyak 140 orang tena-ga kesehatan di RS Ganesha telah di-rapid test, 3 orang dengan hasil rapid test reaktif dan uji swab dinyatakan positif,” katanya.

“Laporan swab sampai tanggal 21 Juni 2020, sebanyak 72 orang dengan hasil 16 positif SARS-COV-2, terdiri dari 2 orang dokter, 14 perawat, 1 bidan, dan 1 clea-ning service. Total ada 18 tenaga kesehatan di RS Ganesha yang sudah dinyatakan positif Corona,” lanjut Wisnu Wijaya.

Dikonfirmasi NusaBali terpisah, Rabu kemarin, Direktur Utama RS Ganseha, drg Candra Purnama, mengakui telah dilakukan penutupan sejumlah ruang pelayanan, termasuk IGD. “Sesuai rekomendasi dari Gugus Tugas, beberapa ruangan ditutup selama 14 hari, antara lain, Ruang Rawat Inap Lantai II, IGD, Ruang VK, dan Ka-mar Kelas III di ruang perawatan. Untuk layanan/ruangan lainnya, tetap beroperasi seperti biasa,” jelas Candra Purnama.

Selama ditutup sementara, kata Candra, ruangan-ruangan dan layanan kesehatan itu dilakukan sterilisasi dan general cleaning. “Petugas yang kontak dengan nakes kami yang terkonfirmasi Covid-19, juga telah dilakukan rapid test, uji swab, dan menjalani karantina,” papar Candra.

Hanya saja, Candra menyebut tenaga kesehatan di RS Ganesha yang positif Corona cuma 16 orang, bukan 18 orang. “Bukan 18 ya, tapi 16 orang. Terkait perbedaan data itu, mohon dikonfirmasi kemballi ke Dinas Kesehatan. Sebab, kami selalu ber-komunikasi dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Kabar baiknya, lanjut Candra, dari belasan tenaga medis RS Ganesha yang positif Corona, 7 orang di antaranya sudah berhasil sembuh. “Sudah dinyatakan sembuh 7 orang. Sisanya masih menjalani karantina.”

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Bali belum reda. Per Rabu kemain, muncul tambahan 42 pasien baru, yang didominasi 38 orang kasus transmisi lokal, sisanya 4 orang kasus imported case warga luar Bali yang punya riwayat perjalanan ke luar daerah. Berdasarkan data yang dirilis infocorna.baliprov.go.id, penambahan 38 ka-sus transmisi lokal per Rabu kemarin, terbanyak muncul di Kota Denpasar yakni 16 kasus. Disusul kemudian di Kabupaten Badung (13 kasus transmisi lokal), Ka-rangasem (3 kasus), Bangli (2 kasus), Buleleng (2 kasus), Klungkung (1 kasus), dan Gianyar (1 kasus).

Dengan tambahan 42 pasien baru per Rabu kemarin, maka jumlah kumulatif positif Covid-19 di Bali kini tembus 1.158 kasus. Mereka didominasi 815 orang kasus transmisi lokal (70,38 persen), 286 orang imported case dari PMI (24,70 persen), 49 orang imported case dari WNI dengan riwayat perjalanan ke luar daerah Bali (4,23 persen), dan 8 orang WNA (0,69 persen).

Daerah di Bali yang paling parah terpapar Covid-19 adalah Kota Denpasar, yakni mencapai 398 kasus, di mana 334 orang di antaranya transmisi lokal. Disusul kemu-dian Kabupaten Badung dengan total 156 kasus positif Corona), Bangli (131 kasus), Buleleng (124 kasus), Klungkung (90 kasus), Gianyar (85 kasus), Tabanan (57 kasus), Karangasem (52 kasus), dan Jembrana (31 kasus). Per Rabu kemarin, hanya di Tabanani dan Jembrana yang nihil kasus baru Corona.

Pada hari yang sama, Selasa kemarin, di Bali juga terdapat tambahan 7 pasien Co-vid-19 yang berhasil sembuh. Terbanyak berada di Kota Denpasar (3 pasien), di-susul di Jembrana (2 pasien), di Klungkung (1 pasien), dan di Gianyar (1 pasien). Walhasil, jumlah kumulatif pasien Corona di Bali yang sudah berhasil sembuh hing-ga saat ini mencapai 646 orang atau 55,79 persen dari total 1.158 kasus positif. Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 503 orang (43,43 persen) dan yang meninggal tetap 9 orang (0,78 persen). *nvi,ind

Komentar