nusabali

DLH Harap Pedagang Online Hindari Kemasan Plastik

  • www.nusabali.com-dlh-harap-pedagang-online-hindari-kemasan-plastik

GIANYAR, NusaBali
Pandemi Covid-19 sejak pertengahan Februari 2020 membuat masyarakat yang kehilangan pekerjaan untuk selalu kreatif agar tetap bisa bertahan hidup.

Salah satunya dengan menjual makanan secara online. Terkait itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar dan kalangan peduli lingkungan sangat berharap agar para pedagang ini, terutama makanan secara online, konsisten untuk tak memakai kemasan plastik.

Harapan itu disampaikan Plt Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra di Gianyar, Minggu (21/6). Dia sangat menyambut baik kreativitas masyarakat terutama warga yang dirumahkan atau PHK, terjun ke bisnis melalui start up atau rintisan secara online. Karena kreativitas ini menjadi alternatif dan peluang usaha baru yang menjanjikan di tengah wabah Corona. ‘’Tapi, kami telah mengamati, ada beberapa pedagang makanan secara online, terutama pedagang baru, masih memakai plastik untuk kemasan produknya. Ini tentu sangat tak ramah lingkungan,’’ jelas Sekretaris DPRD Gianyar ini.  

Kujus Pawitra menegaskan, tim dari DLH telah membina beberapa pedagang makanan secara online yang kebetulan ditemukan mengantar makanan dengan kemasan plastik. Jika kemasan plastik sekali pakai ini terus menyebar, tentu amat membahayakan lingkungan dan kehidupan ke depan. ‘’Meski pun kita harus memerangi Covid-19 ini, kita jangan malah dihadapkan pada bahaya lingkungan akibat sampah plastik. Meskipun bahaya dari sampah plastik ini tak secepat tertular wabah ini,’’  jelas pejabat asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini. Dia merekomendasi, kemasan makanan ramah lingkungan dimaksud, antara lain, daun pisang, kertas, atau biofoam.

Senada itu, Koordinator Trush Hero Bali I Wayan Aksara mengakui belakangan ini banyak warga berjualan secara online memakai kemasan plastik. Padahal, saat sebelum wabah Covid-19, masyarakat pada puncak-puncaknya meresapi pemahaman tentang pentingnya terhindar dari sampah plastik. Tak hanya pedagang online, di tengah wabah Covid-19 ini, pemakaian plastik tentu akan bertambah terutama di rumah sakit yang petugas medisnya memakai alat pelindung diri (APD) Covid-19. ‘’Sedapat mungkin mari hindari pakai plastik karena sampah plastik tak terurai tanah dan membahayakan kesehatan jika dibakar,’’ jelasnya. *lsa

loading...

Komentar