nusabali

Demi Bali, Dua Atlet Silat Mundur Bekerja

  • www.nusabali.com-demi-bali-dua-atlet-silat-mundur-bekerja

Ni Made Dwiyanti dan Dwi Surya Adnyana  memilih mundur karena di tempat kerjanya tidak memberikan kejelasan dari awal soal izin dispensasi bertanding.

Gubernur Bali Berjanji Siapkan Pekerjaan

DENPASAR, NusaBali
Dua atlet pencak silat andalan Bali rela mengundurkan diri dari pekerjaannya di Kantor Pos Cabang Renon karena selama ini keduanya kesulitan mendapatkan izin dispensasi dari tempatnya bekerja untuk bertanding. Dua atlet itu, yakni Ni Made Dwiyanti dan Dwi Surya Adnyana. 

"Kami memang pilih mundur dari kerjaan di Kantor Pos Renon. Mau bagaimana lagi, tenaga kami dibutuhkan untuk membela Bali, dan silat memang kami geluti sejak kecil," ucap Ni Made Dwijayanti saat ditemui, Selasa (17/11) di KONI Bali usai latihan, kemarin. 

Dia beralasan, memilih mundur karena di tempat kerjanya tidak memberikan kejelasan dari awal soal izin dispensasi bertanding. “Kami tidak minta izin soal latihan TC yang dilakoni selama satu bulan penuh. Namun hanya minta izin dispensasi untuk bertanding di Pra PON saja. Namun, saya malah disuguhkan dua pilihan, tetap bekerja atau memilih di silat untuk berprestasi. Karena tidak dapat dispensasi, ya kami pilih mundur saja kerja," tegas Dwijayanti, sembari menyebut rekannya Dwi Surya Adnyana juga sama-sama mengundurkan diri kerja di Kantor Pos Renon. 

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, pelatih pencak silat tim Pra PON Bali, Nengah Selamet membenarkan jika dua atletnya sampai pilih mengundurkan diri kerja di Kantor Pos Renon. Itu juga berkat dorongan pihak pelatih yang memang sangat membutuhkan dua atlet itu untuk memperkuat Tim Pra PON Bali. Untuk diketahui, dua atlet ini memang sarat prestasi. Ni Made Dwiyanti, dua kali meraih emas PON yakni di PON Kaltim dan PON Riau, serta di Kejuaraan Dunia dua kali yakni di Thailand tahun 2012 dan  Indonesia 2010. Emas lainnya, di SEA Gamas tahun 2011 di Jakarta. 

Sementara Dwi Surya Adnyana sempat dua kali meraih perak di PON Riau dan Kaltim, meraih emas di Surabaya, serta emas di Kejurnas Riau. "Kami sangat membutuhkan atlet bersangkutan untuk membela Bali," tandas Selamet. 

Dengan permasalahan seperti itu, petinggi IPSI Bali telah membicarakannya dengan Gubernur serta pejabat tinggi di Bali, terkait masa depan atlet bersangkutan yang telah rela mengundurkan diri demi Pulau Dewata. Diakuinya, Gubernur Made Mangku Pastika berjanji akan mempersiapkan pekerjaan di kantor gubernuran. "Kami sambut positif hal itu. Mudah-mudahan nanti terealisasi. Kasihan alet tadi," kata Negah Selamet. 

Rencananya, Dwi Surya Adnyana yang bermain di  Ganda Putra akan berpasangan dengan Sukma Satriana, akan bertanding di wilayah III (Bali, DKI, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Sulut, Sulselbar, Papua, Papua Barat, dan Gorontalo). Dimana Gorontalo menjadi tuan rumah Pra PON pencak silat 26-30 November 2015. 

Komentar