nusabali

Dikunjungi Komisi VI, RS Bali Mandara Minta Difasilitasi Kerja Sama dengan BUMN

  • www.nusabali.com-dikunjungi-komisi-vi-rs-bali-mandara-minta-difasilitasi-kerja-sama-dengan-bumn

DENPASAR, NusaBali
RS Bali Mandara tidak mau kehilangan peluang untuk menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Bali.

RS Bali Mandara pun meminta bantuan Komisi VI DPR RI (yang antara lain membidangi Badan Usaha Milik Negara) untuk mem¬fasilitasi kerjasama dengan BUMN yang di Bali.

Permintaan itu disampaikan Dirut RS Bali Mandara, dr Gede Bagus Darmayasa, saat menerima kunjungan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, Putu Supadma Rudana, di rumah sakit berstandar internasional yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (17/6) siang.

Saat menerima kunjungan Supadma Rudana yang kemarin menyerahkan bantuan medis untuk penanggulangan pandemi Covid-19, Bagus Darmayasa didampingi manajemen RS Bali Mandara. Bagus Darmayasa memaparkan, sebagai rumah sakit pemerintah, RS Bali Mandara masuk tipe B yang memiliki tingkat layanan interna¬sional. Selain menerima pasien dari krama Bali, RS Bali Mandara juga jadi rujukan pasien turis asing.

"Kami beranikan diri menyampaikan supaya Komisi VI DPR RI memfasilitasi RS Bali Mandara bisa bekerja sama dengan BUMN yang ada di Bali. Kerja sama ini menjadi peluang untuk menggali PAD Bali," ujar Bagus Darmayasa.

Menurut Bagus Darmayasa, salah satu bentuk kerja sama antara RS Bali Mandara dan BUM¬N adalah dalam bidang medical check up bagi karyawan BUMN di Bali. "Di Bali banyak ada BUMN yang bisa dijajaki untuk kerja sama, seperti PT Ang¬ka¬sa Pura, PT Perindo, PLN, Telkom, dan Pertamina. Salah satu bentuk kerja sama itu adalah me¬di¬cal check up karyawan BUMN. Kami di RS Bali Mandara punya alat dan fasi¬li¬tas lengkap," jelas birokrat asal Desa Pesinggahan, Kecamatan Da¬wan, Klung¬kung yang juga mantan mantan Dirut RS Jiwa Provinsi Bali di Bangli ini.

Dengan kerja sama tersebut, kata dia, Pemprov Bali juga diuntungkan dari sisi PAD yang bisa digunakan untuk pengembangan rumah sakit dan bidang pemba¬ngunan yang lain. "Tentunya kita tidak berorientasi bisnis semata di sini, tetapi peluang itu terbuka lebar," ujar Bagus Darmayasa yang pernah maju tarung sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) Klungkung dari Golkar di Pilkada 2013.

Sementara itu, Supadma Rudana berjanji akan memfasilitasi aspirasi pihak RS Bali Mandara ke Kementerian BUMN, agar nantinya bisa terjalin kerja sama saling me¬ngun¬tung¬kan. Salah satu bentuk kerjasama itu adalah medical check up untuk kar¬yawan BUMN.

"Kami melihat potensi RS Bali Mandara sebagai badan usaha di bidang jasa laya¬nan medis. Rumah sakit ini bukan hanya jadi ikon kebanggaan rakyat Bali, namun juga memiliki peluang berkembang seperti rumah sakit bertaraf internasional yang dimiliki negara-negara maju. Kalau potensi RS Bali Mandara digarap, ini peluang bagus," ujar Supadma.

Politisi Demokrat asal Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar ini mengatakan RS Bali Mandara juga bisa jadi rumah sakit yang kedepankan kemanusiaan. "Saya lihat masyarakat lokal banyak yang berobat di sini. Turis asing juga kita lihat luma¬yan. Dari peluang pasien turis asing prospeknya bagus, apalagi RS Bali Mandara dekat dengan segitigas emas pariwisata Bali: Sanur (Denpasar), Kuta (Badung), dan Nusa Dua (Badung)," tegas Wakil Sekjen DPP Demokrat ini.

Sedangkan untuk pelayanan pasien Covid-19 di RS Bali Mandara, kata Supadma, juga lumayan. "Pemprov Bali sangat serius dalam mengelola RS Bali Mandara. Buktinya di sini ada peralatan lengkap untuk pasien Covid-19. Bahkan, ada ruang isolasi khusus untuk pasien Covid-19 yang bangunannya terpisah, sehingga pasien umum merasa aman berobat di sini," papar Supadma yang juga Wakil Ketua Badan Kerjasama Parlemen DPR RI. *nat

Komentar