nusabali

Sapi Mangku Prajapati Mati Sander Krebek

  • www.nusabali.com-sapi-mangku-prajapati-mati-sander-krebek

Sapi piaraan Pamangku Pura Prajapati, I Wayan Darma, 55, mati sander krebek (tersambar petir) di Banjar Mambang Tengah, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Kamis (15/9).

TABANAN, NusaBali
Sementara Jero Mangku Darma yang berjarak sekitar 20 meter dari sapinya luput dari maut. Mangku Darma sedih atas peristiwa itu karena tenaga dan waktunya sia-sia ngadas (sistem bagi hasil) sapi.

Jro Mangku Darma menceritakan, pada Kamis (15/9) sekitar pukul 15.30 Wita saat hujan mulai reda ia ingin pergi menyabit rumput. Sebelum berangkat ia mengambil karung di gudang untuk tempat rumput. Tiba-tiba terdengar suara krebek (petir) menggelegar. Sontak ia berteriak dan mengagetkan tetangganya. “Saya waktu itu berteriak karena gudang mengeluarkan asap hitam, saya kira kompor meledak,” ungkapnya, Jumat (16/9).

Jro Mangku Darma dalam kondisi panic keluar dari gudang sambil menutup telinga. Ia melihat kabel listrik ke rumahnya putus. Dapurnya juga rusak akibat tersambar petir. Mangku Darma tambah kaget saat melihat sapinya terkapar di teba (belakang rumah). Sapi yang tengah bunting itu diperkirakan seberat 320 kilogram. “Sapi kejang-kejang di bawah pohon timbul. Tak berselang lama langsung mati,” ujarnya sedih. Perkiraannya, sapi yang tengah bunting itu akan beranak, Sabtu (17/9) hari ini.

Dikatakan, sapi milik iparnya, Wayan Sukarata, itu sudah lama ia kadas. Sudah tiga kali sapi itu bunting. Selain sapi, dapurnya juga kena imbas petir sehingga ia langsung menggelar upacara ngulapin. Sapi yang sudah mati dibawa langsung oleh iparnya, entah ditanam atau dijual. “Saya tidak tahu kemana sapi dibawa, kemungkinan ditanam,” tandasnya. * cr61

Komentar