nusabali

Kebakaran Saat WFH Capai 42 Kasus

Kuta dan Kuta Utara Duduki Posisi Pertama

  • www.nusabali.com-kebakaran-saat-wfh-capai-42-kasus

MANGUPURA, NusaBali
Selama masa work from home (WFH) dan stay home, 1 Maret 2020 hingga Senin (8/6), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung mencatat terjadi 42 kali kebakaran.

Untuk wilayah yang banyak terjadi peristiwa kebakaran adalah Kecamatan Kuta dan Kuta Utara. Sementara wilayah Petang nol kasus kebakaran. Terkait penyebab terjadinya kebakaran mayoritas akibat korsleting listrik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya, menerangkan selama masa work from home dan stay home per 1 Maret hingga Senin (8/6), tercatat ada puluhan kebakaran yang terjadi di wilayah Badung. Yang terbanyak di wilayah Kecamatan Kuta dan Kuta Utara yakni 11 kejadian. Setelah itu di posisi kedua wilayah Kecamatan Kuta Selatan dan Mengwi masing-masing 7 kejadian, dan wilayah Abiansemal ada 6 kasus. Sementara, untuk wilayah Petang nol kasus kebakaran. “Sehingga, total sampai awal Juni ini ada 42 kasus kebakaran,” ungkap Wirya, Selasa (9/6) sore.

Penyebab terjadinya kebakaran, korsleting listrik menjadi pemicu utama yakni 13 kasus. Kemudian karena kebocoran gas ada 3 kasus, api dupa ada 2 kasus, dan puntung rokok 2 kasus. Sisanya karena faktor lainnya. Terkait tingginya faktor korsleting listrik, Wirya berharap masyarakat bisa melakukan pengecekan secara berkala instalasi kelistrikan di rumah. Apalagi, saat ini masyarakat banyak yang melakukan aktivitas di rumah. “Kalau puntung rokok itu terjadi di lokasi tumpukan sampah. Sementara, sebagian besar yang korsleting dan kebocoran gas itu terjadi di rumah,” ucap Wirya.

Wirya berharap, di masa work from home dan stay home ini, masyarakat turut serta mengantisipasi terjadinya kebakaran dengan memperhatikan kondisi sekitar. Kebakaran yang terjadi juga tidak luput dari kelalaian. Untuk itu perlu memperhatikan kelistrikan di rumah, kemudian saat membakar sampah dan membuang puntung rokok.

“Kebakaran ini kan tidak terlepas dari kelalaian manusia juga. Jadi perlu melihat kondisi sekitar saat membakar sampah. Sementara untuk kelistrikan, agar selalu berkoordinasi dengan PLN dalam pemeriksaannya,” tutur Wirya. *dar

loading...

Komentar