nusabali

SMA PGRI Amlapura Bagi Hadiah Langsung ke Pemenang

Lomba Cipta Puisi dan Menulis Essai dengan Tema Covid-19

  • www.nusabali.com-sma-pgri-amlapura-bagi-hadiah-langsung-ke-pemenang

AMLAPURA, NusaBali
SMA PGRI Amlapura menggelar acara pembagian hadiah pemenang Lomba Cipta Puisi dan Lomba Menulis Essai Online 2020.

Sebelumnya rencananya hadiah dikirim ke sekolah asal pemenang. Hanya saja acara dihadiri siswa dalam jumlah terbatas dan tetap mengedepankan protap kesehatan, menggunakan masker. Penyerahan hadiah, dilakukan langsung Kasek I Ketut Jelantik, di Aula SMA PGRI Jalan Sudirman Amlapura, Sabtu (6/6), pukul 10.00 Wita.

Siswa SMP Negeri 2 Amlapura memborong kedua gelar juara Lomba Cipta Puisi dan Lomba Menulis Essai Secara Online 2020, masing-masing: Ida Wayan Adnyana dan Luh Putu Prema Sutayani.

Kasek I Ketut Jelantik memotivasi siswa, berupaya terus memberikan ruang untuk siswa pencinta sastra dan jurnalistik, di samping untuk bidang Pramuka dan PMR. Sehingga bakat siswa bisa dioptimalkan, diasah sejak dini, diberikan ruang untuk berkarya.

SMA PGRI katanya, memberikan kesempatan untuk siswa menimba pengalaman, kelak jadi penulis terkenal. "Menulis essai mesti terus dicoba, hingga terbiasa menulis. Di kalangan guru juga wajib memiliki karya tulis, untuk kenaikan pangkat, jika tidak pernah dicoba, akan menemui kesulitan," katanya.

Menulis bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi akan bisa terbiasa kalau dicoba terus. Orang yang pintar bicara, belum tentu pintar menulis. Sebaliknya yang pintar menulis, belum tentu pintar bicara. "Makanya kalau bisa kedua-duanya dicoba, sehingga menjadi terbiasa berbicara di depan umum, dan terbiasa menulis. Semakin sering menulis, hasilnya semakin berkualitas," tambahnya.

Misalnya kata I Ketut Jelantik, dalam menulis cerpen, mesti diawali pengambilan topik, menentukan tokoh-tokoh dalam cerita, memilih karakter tokoh, dilanjutkan dengan menulis garis besar cerita, kemudian bentuk alur cerita, mengolah konflik, menentukan latar cerita dan tak kalah penting penyampaian dengan memilih gaya bahasa yang digunakan. Serta terakhirnya agar endingnya, sebagai puncak dari tujuan cerita itu.

Menulis puisi katanya beda lagi. Diawali menentukan tema dan judul, agar puisi lebih menarik ditentukan kata kunci. Selanjutnya dikembangkan dengan gaya bahasa sehingga puisi bisa mengalir seindah mungkin.

"Bagi yang belum beruntung di lomba itu, jangan putus asa, nanti terus ada kesempatan untuk pengembangan diri," pintanya, yang kemarin didampingi Wakasek Kesiswaan I Gede Aries Pidrawan.   

Selain menghadirkan peraih gelar juara cipta puisi dimenangkan Ida Wayan Adnyana, juga mengundang juara II Putu Dhyan Dipangkarina dari SMPN 5 Amlapura dan juara III I Kadek Bayu Pradnyana dari SMPN 2 Amlapura.

Juga selain menghadirkan Juara Lomba Menulis Essai Luh Putu Prema Sutayani dari SMPN 2 Amlapura, menghadirkan  juara II I Ketut Yogi Febrianta dari SMPN 5 Abang dan juara III I Gede Arinata Kusuma Putra dari SMPN 1 Bebandem.

Tercatat ambil bagian, di lomba cipta puisi sebanyak 42 peserta dan lomba menulis essai sebanyak 22 peserta.

Lomba Cipta Puisi Tingkat SMP Online se-Karangasem untuk pertama kali digelar, peserta menulis puisi, kemudian membuat video dengan membacakan puisi hasil karyanya. Selanjutnya video tersebut  dikirim secara online ke meja panitia, 16-25 Mei. Syarat peserta selain menciptakan puisi dengan tema: Belajar dari Covid-19 Karangasem Hebat. Kriteria puisi yang ditulis peserta, wajib berisi pesan moral, mengedukasi masyarakat akan bahaya virus corona. *k16

Komentar