nusabali

Pengundian Tempat, Ratusan Pedagang Pelataran Abaikan Physical Distancing

  • www.nusabali.com-pengundian-tempat-ratusan-pedagang-pelataran-abaikan-physical-distancing

GIANYAR, NusaBali
Sekitar 500 pedagang pelataran dan pedagang bermobil di Pasar Umum Gianyar ikut undian tempat jualan di pelataran Pasar Relokasi Samplangan, Gianyar, Kamis (28/5).

Pengundian dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar  Luh Gede Eka Suary, di open stage Balai Budaya Gianyar. Mengacu protokol kesehatan Covid-19, proses pengundian ini mengerikan karena terjadi ketaktaatan physical distancing (atur jarak) atau kerumuan.

Pengundian ini beberapa menit pasca pembongkaran secara simbolis bangunan Pasar Umum Gianyar oleh Bupati Gianyar I Made ‘Agus’ Mahayastra. Karena saking rebutan ikut undian, Satpol PP Gianyar yang berjaga-jaga tak mempu mengatur keramaian pedagang tersebut.

Kepala Disperindag Gianyar Luh Gede Eka Suary mengatakan undian pedagang pelataran ini karena  mereka setiap pagi berjualan di pinggir jalan Pasar Relokasi Samplangan hingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Awalnya pedagang pelataran ini tak ikut undian, karena sifatnya sementara hanya di pagi hari. Namun karena antusiasnya tinggi, setelah didata jumlah pedagang pelataran termasuk pedagang bermobil mencapai 700an pedagang.

Eka Suary mengungkapkan sesuai data yang dimiliki, seharusnya jumlah pedagang pelataran 632 pedagang. Namun saat ini melonjak menjadi 700 pedagang. Selanjutnya ratusan pedagang itu diundi, supaya bisa masuk berjualan di los Pasar Relokasi dan tidak lagi mengganggu lalu lintas. ‘’Pedagang bermobil ini penyebab kemacetan di jalur pasar relokasi. Apalagi banyak pedagang bermobil baru dan tidak terdaftar. Kami silahkan desa adat yang mengatur, minimal ada tempat mereka berjualan. Kami hanya fokus memfasilitasi pedagang yang terdaftar saja,” imbuhnya.

Kata Eka Suary, di Pasar Relokasi sudah ada los untuk pedagang pelataran atau pedagang bermobil. Mereka tak boleh lagi membuka dagangan di pinggir jalan raya. “Pedagang bermobil tidak ada. Silahkan bawa barang ke dalam. Mobilnya parkir di luar atau dengan cara ngedrop barang pulang-pergi. Supaya nantinya tidak ada kecemburuan dari pedagang kios, los, dan toko yang ada di dalam. Sebab itu bisa mematikan para pedagang yang terdaftar,” pintanya. *nvi

loading...

Komentar