nusabali

Umat Hindu Inginkan Sosok Dirjen Bimas yang Perhatikan Daerah

  • www.nusabali.com-umat-hindu-inginkan-sosok-dirjen-bimas-yang-perhatikan-daerah

JAKARTA, NusaBali
Umat Hindu menginginkan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama yang terpilih nanti adalah sosok yang memperhatikan umat di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PHDI Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, I Nyoman Sukra dan Ketua Badan Penyiaran Hindu Sumatera Selatan (Sumsel) Putu Surya Andyana. Menurut Putu Surya, umat Hindu Sumsel sudah mengetahui enam calon Dirjen Bimas Hindu yang lolos seleksi computer assisted test (CAT). Dia pun memiliki sejumlah harapan kepada Dirjen Bimas Hindu yang terpilih. Antara lain, dalam menyalurkan bantuan harus merata kepada setiap daerah.

"Kepada siapa pun yang terpilih, saat memberikan bantuan harus merata kepada setiap daerah. Tidak hanya fokus terhadap Bali saja," ujar Putu Surya kepada NusaBali, Kamis (28/5). Bantuan merata tersebut, bisa berupa buku-buku agama maupun dana pembangunan pura.

Dana pembangunan pura, kata Putu Surya, sangat penting bagi daerah. Sebab, selama ini mereka mengadakan iuran umat ketika melakukan pembangunan pura di daerah-daerah. Untuk kondisi saat ini, tentu memberatkan lantaran rata-rata umat di Sumsel berprofesi sebagai petani dan bekerja di perkebunan karet atau sawit. "Sekarang di masa pandemi Covid-19, harga karet dan sawit murah. Semoga Dirjen terpilih nanti memperhatikan daerah dalam hal bantuan dana pembangunan pura," harap Putu Surya. Pria yang pernah menjabat sebagai salah satu Presidium PP KMHDI masa bakti 2014-2016 ini juga berharap, Dirjen terpilih perlu mendata umat Hindu di seluruh Indonesia. Sebab, data yang tercantum 4 juta orang terus, padahal jumlahnya lebih. Untuk mengatasi itu, Putu Surya menyarankan, agar Dirjen Bimas baru nanti membawa data-data riil dari Pembimas masing-masing provinsi. Kemudian melakukan update data tersebut di Kementerian Agama dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Di Sumsel sendiri umat Hindu tersebar di 10 kabupaten/kota. Mereka ada di 132 desa adat. Total jumlahnya sekitar 70 ribu jiwa. Yang tak kalah penting, lanjut Putu Surya, Dirjen Bimas Hindu terpilih mengeluarkan pedoman tuntunan upakara secara nasional seperti upakara panca yadnya.

Sementara Ketua PHDI Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, I Nyoman Sukra menyatakan, umat di tempatnya belum mengetahui siapa saja calon Dirjen Bimas Hindu. Meski begitu, mereka menaruh harapan besar kepada Dirjen Bimas Hindu terpilih nanti. "Yang penting Dirjen Bimas Hindu terpilih adalah orang yang memperjuangkan aspirasi umat Hindu di seluruh Indonesia, terutama umat yang berada di pedalaman dan jauh dari ibukota," ucap Nyoman Sukra. Dirjen terpilih perlu pula memberikan bantuan dana pembangunan pura di daerah-daerah.

Lantaran mereka kesulitan ketika membangun tempat ibadah, karena bantuan yang diperoleh sangat kecil. Nyoman Sukra mencontohkan, pembangunan pura di daerahnya tidak hanya mengandalkan bantuan saja, melainkan umat Hindu di Bolaang Mongondow yang sebagian besar petani melakukan secara swadaya atau patungan.

Nyoman Sukra menambahkan, Dirjen terpilih perlu memperbaiki data umat Hindu di seluruh Indonesia, termasuk Bolaang Mongondow karena yang tercatat di BPS berbeda dengan angka yang ada. Berdasarkan data PHDI Bolaang Mongondow, jumlah umat Hindu ada 18 ribu jiwa. Namun yang tercatat di BPS tidak sampai setengahnya atau hanya sekitar 6 ribuan.

"Umat Hindu di Bolaang Mongondow merupakan transmigran. Mereka awalnya berada di empat desa. Desa Kembang Merta, Desa Werdi Agung, Desa Mopuya dan Desa Mupugat. Kini mereka tersebar di desa lain dan menyisip 20-30 kepala keluarga di desa tersebut. Saya tidak mengetahui kenapa ada data yang miss. Semoga nanti bisa diperbaiki," ucap Nyoman Sukra.

Bagi pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Bolaang Mongondow ini, data umat Hindu sangat penting lantaran akan mempengaruhi persentase bantuan. Jika jumlah umat yang terdata kecil, maka bantuan juga kecil. Hal ini pernah dialami umat Hindu Bolaang Mongondow.

Dimana mereka membutuhkan penyelenggara Hindu, tetapi sulit mendapatkan dengan alasan jumlah umat Hindu di Bolaang Mongondow sedikit. "Berkat bantuan dan perjuangan Pembimas dan Dirjen Bimas Hindu, kami mendapatkan satu orang penyelenggara Hindu pada tahun 2019 kemarin," ucap Nyoman Sukra. *k22

loading...

Komentar