nusabali

19 Restoran di Pesisir Jimbaran Rusak Diamuk Banjir Rob

  • www.nusabali.com-19-restoran-di-pesisir-jimbaran-rusak-diamuk-banjir-rob

MANGUPURA, NusaBali
Sebanyak 19 restoran di Pantai Muaya, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung mengalami kerusakan akibat diterjang banjir Rob (air laut), Rabu (27/5) siang.

Sebagian besar restoran ini mengalami kerusakan pada pintu dan jendela yang terbuat dari kaca. Banjir Rob di pesisir Jimbaran ini terjadi pada Rabu siang mulai pukul 13.00 Wita hingga 14.00 Wita. Air laut tiba-tiba menerjang belasan restoran yang berjarak sekitar 5 meter dari bibir pantai. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun terluka dalam bencana ini, karena para pemilik restoran tersebut sudah menutup usaha mereka.

Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Arta, mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 19 restoran di Pamntai Muaya, Jimbaran yang mengalami kerusakan akibat diterjang ombak. "Informasi awal, nyaris semua tempat usaha itu mengalami kerusakan, mulai kerusakan kecil hingga sedang. Sebagian besar kerusakan pada pintu dan jendela kaca," terang Gede Arta saat dikonfirmasi NusaBali, Rabu malam.

Ditanya terkait kerugian material akibat banjir Rob di Pantai Muaya ini, menurut Gede Arta, pihaknya belum mendata lebih detail. Pasalnya, hingga tadi malam kawasan Jimbaran masih diguyur hujan. "Tadi maunya turun ke lapangan, tapi tidak bisa karena cuaca tak mendukung. Rencananya, besok (hari ini) kita cek langsung ke lokasi dan mendata semua kerugian masing-masing tempat usaha itu," papar Gede Arta.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, dr Ni Nyoman Ermy Setiari, mengaku belum menerima laporan resmi terkait banjir Rob di Pantai Muaya, Jimbaran. "Kalau laporan kejadian di pantai tidak ada,” katanya.

Pada hari yang sama, Rabu kemarin, banjir Rob juga menerjang pesisir pantai selatan Kabupaten Klungkung. Bahkan, hempasan ombak di batu karang Pantai Wisata Devil Tears, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung mencapai 8 meter. "Ketinggian ombak di Pantai Devil Tears kisaran 5-8 meter," ujar seorang warga setempat, Ketut Surianta.

Ombak besar juga menerjang pesisir pantai Banjar Batur, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. Air laut sampai masuk ke rumah warga dan tempat penggaraman.

Banjir Rob juga melanda pesisir Pantai Sidayu, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Ketinggian ombak di Pantai Sidayu, Rabu siang mencapai 6 meter. Menurut seorang warga, I Wayan Sudiata, ombak besar menerjang sejak pagi pukul 07.00 Wita hingga siang pukul 13.00 Wita. “Siangnya ombak semakin tinggi hingga 6 meter. Saya juga mengawasi anak-anak untuk tidak bermain layangan di pesisir pantai, karena sangat berbahaya," ujar Sudiata.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, kemarin sempat turum langsung ke lapangan untuk pantau dampak banjir Rob. Salah satunya, terjun ke Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung. Bupati Suwirta mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu waspada . Demikian pula bagi pengusaha yang beraktivitas di pesisir pantai. "Saat gelombang tinggi agar berhati-hati, terutama beraktivitas di pesisir pantai," tandas Bupati Suwirta.

Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Imam Fatchurochman, menerangkan dari analisanya, banjir Rob akan terjadi dalam selama dua hari, 27-28 Mei 2020 ini. Banjir Rob ini dipicu oleh aktivitas gelombang dan curah hujan tinggi.

"Untuk fenomena banjir Rob di Bali, terjadi di pesisir selatan. Air laut naik dari biasanya, bahkan hingga ke darat seperti yang terjadi di Pantai Kuta. Namun, itu cuma terjadi dalam rentang waktu 1 hingga 2 jam saja," papar Fatchurochman saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, Rabu kemarin.

Disebutkan, selain curah hujan dan gelombang tinggi, faktor yang juga menunjang terjadinya banjir Rob adalah sistem tekanan rendah di Barat Australia, sehingga terjadi angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi mulai dari pesisir selatan Pulau Jawa hingga selatan Bali.

"Dari analisa, dalam sepakan terkahir memang gelombang cukup tinggi juga di perairan selatan Bali, yang mencapai 6 meter. Ini juga salah satu pemicu terjadinya banjir Rob itu," papar Fatchurochman. *dar,wan

loading...

Komentar