nusabali

26 Sembuh, 3 Dirawat

Kasus Covid-19 di Gianyar

  • www.nusabali.com-26-sembuh-3-dirawat

GIANYAR, NusaBali Kasus positif Corona atau Covid-19 di Gianyar hingga Rabu (20/5), tercatat 29.

Dari jumlah itu, 26 pasien sembuh dari perawatan di sejumlah rumah sakit, khususnya Gianyar. Tiga pasien masih berjuang agar sembuhan  dari virus mematikan itu.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr I Nyoman Wawan Tirta Yasa, Kamis (21/5),  menjelaskan ada dua pasien sembuh baru-baru ini. Yakni seorang laki-laki, KA,31, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, sembuh Selasa (19/5). Satu lagi, seorang ibu rumah tangga (IRT), WK,55, asal Banjar Petulu Gunung, Desa Petulu, Kecamatan Ubud. IRT ini positif Corona sejak 11 Mei 2020 melalui transmisi lokal. "Pasien masuk rumah sakit 12 Mei, dinyatakan sembuh 20 Mei. Lama perawatan 8 hari," jelasnya.

Pasien sembuh lainnya, KA,31, kru kapal pesiar di Miami, USA yang dipulangkan karena wabah Covid. Dia tiba di Bali 26 Maret 2020, dan langsung berisolasi mandiri. Tanggal 9 April mengeluh batuk, lanjut ke Poli Covid-19 RSUP Sanglah. Tanggal 10 dan 11 April ditest swab, hasilnya positif Covid-19. Pasien langsung dirawat di ruang isolasi Sal Kamboja, RSUD Sanjiwani Gianyar selama 38 hari. Penderita sembuh setelah hasil swab negatif dua kali, antara lain 19 Mei 2020.

Terkait kemungkinan pasien sembuh bisa kembali positif, dr Wawan mengatakan tergantung kekebalan tubuh terhadap virus dan tingkat ketaatan terhadap protokol kesehatan. Seperti, tidak berkerumun, menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat), pakai masker, dan cuci tangan. "Belum ada hasil penelitian tentang kekebalan tubuh terhadap Covid -19. Kata dr Wawan, dalam teori reseeding virus, tertular kembali bisa terjadi dalam 14 -28 hari. "Tapi sejauh ini yang dilaporkan kembali menjadi positif di beberapa negara, WHO mengklaim kemungkinan karena teknis pemeriksaan PCR (polymerase chain reactionyang) salah," jelasnya.

Jika pasien tersebut dirapid test lagi, jelas dr Wawan,  kemungkinan masih positif. Karena minimal antibodi kekebalan tubuhnya masih ada. ‘’Pada pasien tersebut, bila ada gejala kembali, sebaiknya swab dan PCR langsung. Biar pasti," terangnya. *nvi

loading...

Komentar