nusabali

Tanaman Hias dan Bibit Sayur Jadi 'Obat' Bosan Selama Pandemi

  • www.nusabali.com-tanaman-hias-dan-bibit-sayur-jadi-obat-bosan-selama-pandemi

DENPASAR, NusaBali
Sudah selama tiga bulan masayarakat Bali harus bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Imbauan yang mengharuskan untuk membatasi kegiatan atau aktivitas di luar rumah praktis membuat masyarakat dilanda kebosanan. Karenanya banyak yang kemudian memburu tanaman hias dan bibit sayuran sebagai alternatif ‘obat’ bosan di tengah wabah pandemi Covid-19.

Salah satu penjual tanaman hias di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Wijaya Kusuma dan Ni Nyoman Sutri mengaku, penjualan tanaman terutama tanaman hias memang ada sedikit peningkatan sekitar 20 persen dalam beberapa hari terakhir. Pembeli yang meningkat terutama kalangan anak muda yang menyukai tanaman hias seperti kaktus dan sekulen. Konon, dalam sehari mereka mampu menjual sampai 50 pot.

“Memang ada sedikit peningkatan. Sebelum Covid-19 ini. Kalau sebelumnya, paling sehari bisa terjual 15-20 pot. Pembelinya kebanyakan ABG. Mereka membeli tanaman hias karena mudah dirawat dan tidak memerlukan lahan yang luas juga, cukup di semprot saja,” ungkap Sutri.

Tanaman hias yang paling banyak dicari antara lain jenis kaktus, sekulen dan bambu hoki. Selain perawatannya mudah, bentuknya pun unik. Tanaman hias ini juga tidak membutuhkan ruang yang luas dan bisa diletakkan dalam pot yang mungil. Untuk tanaman hias dibandrol dengan harga Rp 30 ribu sampai Rp 125 ribu. “Yang mahal itu kaktus yang sudah besar. Yang membuat mahal adalah sangat berbunga cantik sekali,” katanya.

Sutri menambahkan, tanaman hias yang dijual itu didatangkan dari Malang dan Bandung. Sebelum dijual, tanaman-tanaman tersebut harus melalui perlakuan khusus dulu sebelum siap dijual kembali. Adapun tanaman harus melewati proses karantina seperti penyesuaian suhu. Selain tanaman hias, tanaman sayur juga banyak diburu oleh warga, seperti bibit cabai dan tomat. “Yang sekarang banyak dicari cabai atau tomat. Karena sekarang masyarakat balik lagi ingin berkebun. Selain itu ada bibit kangkung juga ada,” bebernya.

Sebagian pelanggannya memang diakui datang mencari bibit tanaman sayur untuk mengurangi kejenuhan saat menghadapi wabah Corona ini. “Ada yang datang katanya jenuh. Jadi ingin merawat tanaman saja. Entah itu tanaman hias ataupun sayur. Kadang ada juga yang datang gak belanja. Cuma lihat-lihat saja. Mungkin mereka bosan di rumah,” tandasnya. *ind

loading...

Komentar