nusabali

Krama Adat Kawan Tunggu Instruksi Ngaben Massal

  • www.nusabali.com-krama-adat-kawan-tunggu-instruksi-ngaben-massal

BANGLI, NusaBali
Krama Banjar Adat Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan/Kabupaten Bangli merencanakan menggelar ngaben massal di bulan Agustus mendatang.

Krama Banjar Pande,  Kelurahan Cempaga Bangli juga merencanakan hal yang sama. Hanya saja mereka masih menunggu instruksi pemerintah tentang protokoler kesehatan.

Kelian Adat Banjar Kawan, I Wayan Jana, mengatakan kegiatan ngaben massal dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Jika sesuai agenda, maka ngaben masal dan upacara ngroras dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2020 mendatang. Krama yang ikut terlibat dalam kegiatan ini telah mempersiapkan bahan yang akan digunakan. "Mereka telah mempersiapkan bahan-bahan," jelasnya, Minggu (17/5).

Menurut Wayan Jana, di tengah pandemi Covid -19 saat ini, persiapan upacara ngaben belum bisa dilaksanakan. "Kalau situasinya normal, krama sudah mulai ngayah atau bekerja gotong royong untuk mempersiapkan sarana upakara,” sambungnya.

Wayan Jana mengaku masih menunggu instruksi dari pemerintah. Jika pemerintah telah mencabut kondisi darurat Covid -19 yang dibarengi dengan mulai normalnya aktifitas warga, maka upacara ngaben dan ngroras akan dilaksanakan. "Kami masih menunggu instruksi atau imbauan dari pemerintah, kalau kondisinya tidak memungkinkan, upacara kami undur demi kebaikan bersama,” sebutnya.

Ditambahkan, upacara ngaben diikuti sebanyak 60 sawa. Palebon 1 sawa dikenakan biaya Rp 4 juta, lengkap ngroras dikenakan biaya Rp 6 juta. Terpisah, Kelian Adat Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, I Wayan Nyepek, mengatakan pelaksanaan ngaben dan ngroras dijadwalkan dilaksanakan pada bulan November 2020. Dalam situasi pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan imbauan terkait penerapan social distancing dan phycikal distancing. "Dengan adanya imbauan ini, persiapan sarana upakara tidak bisa dilakukan," akunya.

Dikatakan, jika belum ada pencabutan darurat Covid -19 maka upacara ngaben massal diundur. "Masih melihat situasi jika tahun ini tidak memungkinakan, maka ngaben kami undur hingga tahun depan. Kami tidak mau grasa grusu apalagi kaitannya kegiatan upacara untuk leluhur," jelasnya. *esa

loading...

Komentar