nusabali

Sudirta 'Sulam' Warga Belum Tersentuh Bantuan

  • www.nusabali.com-sudirta-sulam-warga-belum-tersentuh-bantuan

DENPASAR, NusaBali
Di tengah Pandemi Covid-19 ini berbagai elemen masyarakat bergerak turun membantu masyarakat yang terdampak baik dari sisi kesehatan maupun secara ekonomi.

Namun tidak semua masyarakat tersentuh bantuan tersebut. Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, I Wayan Sudirta, bertandem dengan kader PDIP di akar rumput terjun ke masyarakat yang belum tersentuh bantuan, Minggu (17/5). Sudirta gelontor bantuan beras dan masker untuk ‘menyulam’ warga yang belum tersentuh.

Anggota Komisi III DPR RI ini tandem dengan pengurus Ranting PDIP Banjar Taman, Desa Abiansemal, Kabupaten Badung, I Nyoman Raka dan Ketua Ranting PDIP Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung, Made Rai Wiranata. Sementara di Desa Munduk Temu, KabupatenTabanan, Sudirta gelontor paket sembako dan masker bersama relawan yang dikoordinir Wayan Sukayasa.

Ada 277 paket sembako dan 1.700 masker dibagikan di Badung dan Tabanan. Sebelumnya Sudirta juga membagikan 1,88 ton beras bersama anggota DPRD Badung dari Fraksi PDIP.

Anggota DPR RI, Wayan Sudirta, di sela-sela keliling menyerahkan bantuan mengatakan bantuan yang diberikan kemarin hanya melengkapi bantuan yang sudah diberikan pemerintah. "Penting saya tekankan, sumbangan ini hanyalah melengkapi bantuan pemerintah sesuai dengan mekanisme dan skema yang telah ditetapkan dengan dukungan anggaran negara," ujar politisi asal Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem ini.

Sementara Tenaga Ahli DPR RI, Putu Wiratha Dwikora, yang mengkoordinir para relawan mengatakan beberapa kali penyerahan bantuan ke masyarakat membantu warga yang terdampak Covid-19 permintaan terus mengalir. "Masyarakat sering bertanya kapan bisa dapat bantuan dari DPR RI. Bagaimana kriterianya. Ya kita pertegas bahwa kita buatkan kriteria berdasarkan data yang dihimpun di lapangan. Supaya valid, tidak sampai ada yang menerima dobel. Jangan sampai ada yang sama sekali tidak menerima bantuan," ujar Wiratha Dwikora. *nat

loading...

Komentar