nusabali

Sisihkan Gaji, Dr Somvir Gelontor 1 Ton Beras di Serokadan

  • www.nusabali.com-sisihkan-gaji-dr-somvir-gelontor-1-ton-beras-di-serokadan

DENPASAR,NusaBali
Bantuan untuk Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli yang sempat heboh karena kasus penularan Covid-19 melalui pekerja migran Indonesia (PMI), terus mengalir.

Anggota DPRD Bali Dapil Buleleng, Dr Somvir, yang juga Ketua Fraksi NasDem-PSI DPRD Bali menggelontor  bantuan 1 ton beras untuk memenuhi logistik penanganan Covid-19 di Desa Abuan, Selasa (12/5) pagi.

Dr Somvir hadir di Desa Abuan didampingi Ketua DPD NasDem Kabupaten Bangli, yang juga Anggota DPRD Bangli, I Gede Tindih dan Bendahara DPW NasDem Provinsi Bali, I Gusti Bagus Eka Subagiartha. Bantuan 1 ton beras dari petani lokal di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan tersebut dibeli dari dana pribadi dan penyisihan gaji sebagai anggota DPRD Bali.

Bantuan beras itu diserahkan di Posko Satgas Covid-19, Desa Abuan, diterima Bendesa Serokadan, Dewa Gede Oka, Camat Susut I Nyoman Sedana, dan Perwakilan BPBD Kabupaten Bangli, I Ketut Gede Wiradana. Dr Somvir melalui pers rilisnya kepada NusaBali, usai penyerahan bantuan logistik, Selasa kemarin mengatakan bantuan yang disalurkan mungkin masih belum mencukupi untuk masyarakat di Desa Abuan. Namun bantuan itu setidaknya mampu membantu meringankan beban masyarakat dan kebutuhan logistik Satgas dalam menangani Covid-19 di Desa Abuan. "Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat untuk saudara kami di Desa Abuan," ujar politisi yang juga praktisi yoga ini.

Bantuan 1 ton beras tersebut menurut Dr Somvir dibeli dari petani lokal di Desa Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yang diharapkan juga membantu ekonomi masyarakat. "Beras lokal ini kami beli di petani lokal di Desa Cau, Marga, Tabanan. Ini juga sebagai kepedulian kita dengan petani dan masyarakat lokal. Mereka juga pasti kena dampak dari Covid-19 ini," tegas anggota Komisi I DPRD Bali membidangi hukum dan keamanan ini.

Somvir di hadapan jajaran Satgas Covid-19 Desa Abuan menyampaikan bahwa pada masa pandemi Covid-19 ini menjadi momentum instropeksi, pola pikir, kebersamaan gotong-royong. Pihaknya juga berharap informasi negatif soal PMI menularkan Covid-19 di Serokadan, Desa Abuan yang sempat menghebohkan perlahan bisa dipulihkan dengan kebersamaan dan gotong royong. Caranya menurut Dr Somvir dengan lebih sering panjatkan Gayatri Mantram.

"Dalam kondisi seperti ini kita harus kedepankan sikap menyamabraya, gotong royong, mempererat persaudaraan, sehingga isu negatif terkait PMI di Serokadan segera pulih," ujar Somvir.

Sebelumnya Dr Somvir bersama relawan juga bergerak serentak di kabupaten dan kota menyalurkan APD (alat pelindung diri) Covid-19 berupa masker, hand sanitizer, disinfektan dan 1 unit  mobil ambulance. Bantuan itu juga disalurkan dengan menggunakan dana pribadi.

Bendahara DPW NasDem Bali, I Gusti Bagus Eka Subagiartha, secara terpisah mengatakan aksi kemanusiaan para kader NasDem Bali akan terus dilakukan di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena sudah menjadi komitmen NasDem bahwa kader NasDem akan selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi dan kondisi.

"Jadi kader NasDem tidak hanya hadir menjelang pemilu saja. Aksi kemanusiaan akan terus kita lakukan di tengah pandemi Covid-19 ini," ujar politisi asal Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung ini. *nat

Komentar