nusabali

Disabilitas Dapat Layanan ‘Terapi Online’ dari YPK Bali

  • www.nusabali.com-disabilitas-dapat-layanan-terapi-online-dari-ypk-bali

Terapi harus terus dilalui agar penyandang disabilitas tidak mengalami kemunduran dalam progress terapi yang sudah dilalui.

DENPASAR, NusaBali
Meski situasi akibat pandemi Covid-19 mengharuskan klinik Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) untuk tutup sejak bulan Maret lalu, namun praktek pelayanan untuk pasien disabilitas masih berlanjut dengan beragam inovasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur Yayasan Peduli Kemanusiaan Bali, Wahyuni Andhitya pada siaran langsung Instagramnya yang berkolaborasi dengan DNetwork Indonesia pada Sabtu (2/5). 

Dalan siaran langsung tersebut, Wahyuni Andhitya mengungkapkan beberapa perubahan yang dipengaruhi oleh situasi Covid-19. Antara lain, kantor Yayasan Peduli Kemanusiaan yang berlokasi di daerah Tohpati, Denpasar yang tidak beroperasi, dan juga program klinik keliling yang tidak bisa dijalankan akibat ditutupnya akses masuk ke beberapa desa akibat Covid-19. 

Namun demikian, hal ini tidak membuat YPK Bali berhenti memberikan pelayanan kepada para penyandang disabilitas. Layanan ini berupa panduan terapi yang bisa dilakukan oleh para penyandang disabilitas dari rumah. “Sejak tutup, banyak adaptasi yang bisa dilakukan, khususnya bagi anak-anak agar progress yang dilakukan tidak mengalami kemunduran,” ujar Wahyuni Andhitya dalam siaran langsung tersebut.

Terapi yang bisa dilakukan dari rumah ini dilakukan dengan komunikasi antara penyandang disabilitas dengan terapis dari YPK Bali melalui media sosial dan via WhatsApp. Kemudian oleh keluarga penyandang disabilitas akan mengirimkan foto dan video ketika anggota keluarganya melakukan terapi tersebut. “Koreksi dan evaluasi dikomunikasikan dengan fisioterapisnya. Semenjak terapi jarak jauh, banyak banget menerima foto dari orang tua tentang latihan yang mereka lakukan di rumah. Dampak positif situasi ini, keluarga menjadi lebih suportif,” lanjutnya.

Perubahan juga dilakukan agar YPK Bali tetap bisa menjalankan program edukasi kepada para penyandang disabilitas dari rumah. YPK Bali di bulan April ini memproduksi konten video dan materi edukasi lainnya yang bisa diakses oleh siapa saja melalui laman resminya. 

Selain itu, yayasan yang telah berdiri sejak tahun 2001 ini juga mengadakan program donasi sembako yang dikhususkan kepada para penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Sejauh ini telah terdapat sekitar 40 keluarga penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan sembako dari total 96 keluarga yang terdata oleh YPK Bali. Hanya saja, YPK Bali masih kesulitan untuk mendonasikan kebutuhan bayi, seperti susu dan makanan pendamping bagi balita.

Dalam memberikan donasi ini, YPK Bali juga tentu menerapkan anjuran physical distancing, yang membuat pihak YPK Bali membatasi jumlah kunjungan menjadi lima keluarga dalam sehari. “Donasi menyebar, mulai dari sekitaran Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar. Mudah-mudahan desa juga memberikan akses untuk masuk ke daerah-daerah yang dicover klinik,” terang Wahyuni.*cr74

Komentar