nusabali

LPD Ikut Bantu Dampak Covid -19

  • www.nusabali.com-lpd-ikut-bantu-dampak-covid-19

DENPASAR, NusaBali
Lembaga Perkreditan Desa yang kini menjadi Lembaga Pacingkreman Desa (LPD) diingatkan untuk tetap menjaga independensi sebagai lembaga keuangan milik desa adat.

Termasuk dalam kondisi ekonomi yang terpuruk karena dampak Covid-19. Namun demikian koordinasi dengan pihak-pihak terkait perlu.Ketua BKS LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan menyatakan Jumat (1/5).

Termasuk peran LPD dalam ikut memberi bantuan sosial (bansos).Menurut Cendikiawan, pandemi Covid-19 yang berdampak buruk terhadap perekonomian, diakui berimbas  terhadap LPD.  Namun demikian, LPD sudah punya mekanisme untuk mengantisipasi dan menanggulangi. Salah satunya pemberian relaksasi (kepada nasabah/debitur) terdampak Covid. “Relaksasi itu kan sudah dari dulu sudah biasa,” kata tokoh asal Desa Adat Telepud, Desa Pujung Kaja, Tegallalang Gianyar.

Hanya saja Cendikiawan tidak menjelaskan lebih jauh soal tersebut. Dia mengingatkan, agar LPD tetap menjaga posisi, jangan mau diintervensi, sehingga tetap menjaga kepercayaan sebagai lembaga keuangan milik desa adat. “Jangan sampai mau diintervensi, tetapi kalau koordinasi oke,” ucapnya.  Untuk itu LPD harus selalu berhati-hati dan tetap menjaga likuiditas, serta jangan mudah terpengaruh informasi hoax.

Sementara terkait peran serta kalangan LPD dalam bansos khususnya terkait dampak Covid-19, Cendikiawan menyatakan mengiyakan. Katanya memang sesuai ketentuan, 5 persen keuntungan/laba LPD untuk bansos. Itu juga rutin. Cuma berhubung dengan dampak Covid-19 ini, bansos tersebut diintensifkan. Jumlah LPD di Bali saat ini 1.435 per Desember 2019. Tabungan  Rp 9,8 triliun, deposito 10,6 triliun dan pinjaman 15,8 triliun.  Sedang laba Rp 635 juta. *k17

Komentar