nusabali

Dipulangkan, 54 PMI Denpasar Urunan Sumbang 80 APD

  • www.nusabali.com-dipulangkan-54-pmi-denpasar-urunan-sumbang-80-apd

DENPASAR, NusaBali
Sebanyak 54 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Denpasar dipulangkan kloter pertama dari tempat karantinanya di Harris Hotel kawasan Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (28/4).

Sebelum dipulangkan, PMI yang terdiri dari 52 pria dan 2 perempuan ini sumbangkan 80 unit alat pelindung diri (APD) kepada Dinas Kesehatan Denpasar.

Para PMI berjumlah 54 orang yang didominasi pekerja kapal pesiar ini dipulangkan dari hotel tempatnya karantina, Selasa siang pukul 12.00 Wita. Dari hotel, mereka diantarkan petugas langsung ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Desa masing-masing, menggunakan mobil Dinas Perhubungan Denpasar.

Mereka merupakan kloter pertama PMI yang sudah menjalani karantina selama 14 hari dan dinyatakan negatif dalam dua kali rapid test. Sebelum diantar pulang dari hotel pasca karantina, Selasa kemarin, 54 PMI ini beri sumbangan berupa APD Hazmat sebanyak 80 unit, face shield sebanyak 20 unit, dan masker 600 pcs kepada Dinas Kehsetan Kota Denpasar.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh perwakilan PMI, I Wayan Muliarsana, yang diterima anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Ardi Ganggas, didampingi Kadis Kesehatan Denpasar dr Luh Putu Sri Armini dan Kadis Pariwisata Denpasar, MA Dezire Mulyani.

Menurut Wayan Muliarsana, 80 unit APD Hazmat, 20 face shield, dan 600 masker yang disumbangkan ke Dinas Kesehatan Denpasar tersebut dibeli dari hasil urunan 54 PMI. Ini sebagai bentuk rasa simpati kepada tim medis dan pemerintah yang sudah memperhatikan dan menyediakan tempat yang layak untuk menjalani karantina selama 14 hari. “Bantuan ini kami himpun dari teman-teman sesama pekerja migran, sebagai ben-tuk ucapan terima kasih kepada Pemkot enpasar yang telah memberi perhatian yang begitu baik kepada kami," kata Muliarsana.

Muliarsana berharap APD, face shield, dan masker yang disumbangkannya tersebut bermanfaat untuk membantu tim medis dalam menjalankan tugasnya menyembuhkan pasien yang sebagian besar merupakan temannya sesama PMI. Dengan bantuan tersebut, Muliarsana dan teman-temannya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir.

"Kami berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir. Teman-teman lainnya juga kami harapkan bisa segera sembuh. Untuk yang masih dalam karantina, tetaplah jaga kesehatan, patuhi protokol kesehatan, pakai masker, lakukan social distancing, dan tetap cuci tangan," katanya.

Sementara, Kadis Kesehatan Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini, mengatakan bantuan APD para PMI tersebut sangat berarti untuk tim medis yang selama ini melakukan tugas di gugus terdepan. Selama ini, Sri Armini mengaku khawatir terjadi kekurangan APD. “Namun, dengan bantuan dari masyarakat dan teman-teman PMI ini, memberikan keringanan bagi petugas medis untuk menjalankan tugas,” tandas dr Sri Armini

Sri Armini menyebutkan, gelombang pertama 54 PMI asal Denpasar ini sudah selesai mengikuti proses karantina. Mereka sudah berkontribusi bersama dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19. “Kami dari Pemkot Denpasar mengucapkan terima kasih kepada semua dan para PMI yang sudah disiplin menjalani karantina di rumah singgah," katanya.

Menurut Sri Armini, setelah selesai menjalani karantina, 54 PMI tersebut sudah boleh pulang ke rumah masing-masing. Namun, mereka tetap diimbau menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dan melaksanakan protokol kesehatan.

Sementara itu, setelah menyerahkan bantuan APD, pace shield, dan masker kepada Dinas Kesehatan Denpasar, 54 PMI yang baru selesai menjalani karantina 14 hari tersebut, Selasa kemarin, langsung menerima hasil rapid test kedua yang semuanya dinyatakan negatif Covid-19. Ha-bis pengambilan hasil rapid test, barulah mereka diinstruksikan untuk berkemas dan kemudian diantar pulang oleh Tim Dinas Perhubungan. Para PMI tidak boleh dijemput keluarganya ke hotel tempatnya karan-tina.

Kadis Perhubungan Denpasar, I Ketut Sriawan, mengungkapkan 54 PMI yang dipulangkan kloter pertama ini adalah mereka yang sudah menjalani karantina 14 hari dan dinyatakan negatif dalam dua kali rapid test. “Mereka sebelumnya sudah menjalani karantina 14 hari sesuai dengan protokol kesehatan. Mereka bisa pulang karena sudah rapid test dua kali dengan hasil negatif," jelas Ketut Sriawan.

Para PMI berjumlah 54 orang ini berasal dari 4 kecamatan berbeda. Rinciannya, 24 orangf asal Kecamatan Denpasar Selatan, 12 orang asal Kecamatan Denpasar Timur, 11 orang asal Kecamatan Denpasar Barat, dan 7 orang asal Kecamatan Denpasar Utara.

Menurut Sriawan, para PMI ini tak boleh dijemput keluarganya, namun diantar langsung petugas Dinas Perhubungan ke Posko Gugus Tugas Desa masing-masing. Selanjutnya, petugas Gugus Tugas Desa yang langsung mengantar para PMI pulang ke rumah masing-masing. “Sampai di rumah, para PMI ini masih wajib menjalani karantina 14 hari, sebelum dinyatakan bisa berinteraksi kembali dengan masyarakat,” katanya. Sriawan menyebutkan, pemulangan PMI akan terus berlanjut, sesuai dengan jadwal kedatangan mereka dari luar negeri dan masuk karantina. *mis

Komentar