nusabali

Desa Adat Ulakan Nyepi 33 Jam

Jurus Tangkal Corona, Melangar Didenda 5 Kg Beras

  • www.nusabali.com-desa-adat-ulakan-nyepi-33-jam

AMLAPURA, NusaBali
Di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona), Desa Adat Ulakan, Kecamatan Manggis, Karangasem menggelar Nyepi Adat selama 33 jam.

Nyepi Adat yang digelar serangkaian upacara Usaba di Pura Dalem, Banjar Adat Mangku, Desa Adat Ulakan ini dilaksanakan mulai Buda Pon Medangkungan, Rabu (22/4) malam pukul 21.00 Wita hingga Sukra Kliwon Medangkungan, Jumat (24/4) pagi pukul 06.00 Wita.

Nyepi Adat dilaksanakan berselang 9 jam setelaah usainya upacara Usaba di Pura Dalem, Desa Adat Ulakan pada Buda Pon Medangkungan, Rabu siang tepat pukul pukul 12.00 Wita. Upacara Usaba yang jatuh pada Tilem Kadasa kemarin dipuput oleh Jro Mangku Jirna dan Jro Mangku Wayan Simpen.

Karena berlangsung di bawah situasi pandemi Covid-19, upacara Usaba kali ini digelar secara sederhana. Upacara Usaba dilaksanakan berupa Pecaruan Panca Sata, dengan kurban lima jenis ayam berbeda. Upacara Usaba ini dilaksanakan rutin setahun sekali setiap Tilem Kadasa (bulan mati ke-10 sistem penanggalan Bali), dengan melibatkan 750 kepala keluarga (KK) berjumlah 6.910 jiwa, yang tersebar di 8 banjar adat, yakni Banjar Belong I, Banjar Belong II, Baajar Belong III, Banjar Tengah, Banjar Mantri, Banjar Kodok, Banjar Mangku I, dan Banjar Mangku II.

Bendesa Adat Ulakan, I Ketut Arsana, mengatakan Nyepi Adat selama ini juga rutin digelar setelah pelaksanaan upacara Usaba. Bedanya, kalau tahun-tahun sebelumnya, Nyepi Adat dilaksanakan hanya selama 7 jam, mulai pagi pukul 06.00 Wita hingga siang pukul 13.00 Wita.

Sebaliknya, uutuk upacara Usaba kali ini, Nyepi Adat dilaksanakan selaam 33 jam, sebagai bagian upaya ikut mencegah penyebaran wabah Covid-19 (virus Corona). "Kami telah menggelar paruman dan sepakat melaksanakan Nyepi Adat selama 33 jam," ungkap Ketut Arsana didampingi Wakil Bendesa Adat Ulakan I Putu Sudarsa, Baga Palemahan Desa Adat Ulakan I Kadek Sukertina, dan Kelian Banjar Adat Belong I Wayan Gede Susila, Rabu kemarin.

Dalam Nyepi Adat yang berlangsung selama 33 jam ini, seluruh krama Desa Adat Ulakan melaksanakan Catur Brata Penyepian seperti biasa: Amati Gni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak lakukan aktivitas kerja), Amatu Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang). Hanya saja, ada pengecualian di mana pada malam hari, krama setempat dibolehkan menyalakan lampu.

Bagi krama yang melanggar Nyepi Adat 33 jam ini, dikenakan sanksi. Menurut Ketut Arsana, jika yang melanggar kalangan desawa, mereka disanksi denda berupa 5 kilogram beras. Kalau yang melanggar kalangan anak-anak, dendanya lebih ringan yakni 2,5 kilogram beras.

Untuk mengawal pelaksanaan Nyepi Adat selama 33 jam, 25 anggota pecalang disiagakan dengan dikoordinasikan Kelian Pecalang Desa Adat Ulakan, I Nyoman Sirat. Mereka dibantu 34 prajuru Desa Adat Ulakan.

Menurut Ketut Arsana, dimulainya Nyepi Adat, Rabu malam pukul 21.00 Wita, ditandai dengan membuyikan kukul (kentongan adat) di Catus Pata (Perempatan Agung) Desa Adat Ulakan. Setelah kulkul berbuyi, 34 petugas dari desa pingajeng dan prajuru, serta 25 pecalang langsung bertugas jaga di 8 banjar adat masing-masing.

Selanjutnya, kata Ketut Arsana, petugas yang telah ditetapkan pihak Desa Adat Ulakan juga memasang sawen (tanda batas-batas desa). Sawen dari ambu (daun aren muda) dipasang di sebelah timur pertigaan Desa Adat Tanah Ampo dan di sebelah barat di pertigaan Banjar Labuhan (Desa Antiga).

Ketut Arsana memaparkan, sebelum Nyepi Adat, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan Nomor 08/DPU/III/2019 tertanggal 27 Maret 2019 perihal menggelar upacara Dewa Yadnya di Pura Dalem, yang ditembuskan ke semua instansi di wewidangan (wilayah) Desa Adat Ulakan. Pasalnya, kantor-kantor yang ada semuanya harus tutup selama 33 jam pelaksanaan Nyepi Adat.

Ada 7 kantor di Desa Adat Ulakan yang harus tutup operasi, yakni Kantor Pos Kecamatan Manggis, Puskesmas Manggis I, Depo Pertamina Manggis, PT Bank BPD Cabang Pembantu Manggis, Kantor Desa Ulakan, Kantor LPD Desa Adat Ulakan,  dan Kantor BRI. Sedangkan sekolah yang diliburkan masing-masing SMAN Manggis, SMPN 1 Manggis, SDN 1 Ulakan, SDN 2 Ulakan, SDN 3 Ulakan, dan SDN 4 Ulakan Namun, Kantor Polsek Manggis di Desa Adat Ulakan tetap buka seperti biasa, meskipun ada Nyepi Adat. *k16

loading...

Komentar