nusabali

Dua Akses Masuk Kawasan ITDC Ditutup

  • www.nusabali.com-dua-akses-masuk-kawasan-itdc-ditutup

MANGUPURA, NusaBali
Sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, menutup dua akses masuk ke kawasan tersebut.

Penutupan itu untuk memudahkan pengawasan setiap wisatawan ataupun karyawan yang keluar masuk kawasan. Managing Director ITDC I Gusti Ngurah Ardita, menerangkan untuk masuk atau keluar kawasan ITDC sejatinya ada tiga pintu yakni pintu utama, pintu sisi selatan, dan sisi timur. Namun, semenjak mencuatnya Covid-19 ini, pihaknya mulai memberlakukan satu pintu masuk dan keluar, yakni melalui pintu utama. Sementara, untuk pintu timur dan selatan sudah ditutup dan dijaga ketat oleh petugas keamanan. Untuk wisatawan maupun karyawan yang bekerja di hotel yang berada di kawasan tersebut wajib masuk dan keluar melalui pintu utama.

“Kami sudah memberlakukan satu akses masuk saja. Sehingga, mudah mengontrol dan hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona di lingkungan ITDC,” tutur Ardita, Minggu (19/4).

Selain mengontrol akses masuk, pihaknya juga mengontrol penuh layanan operasional shuttle bus. Layanan tersebut bisa beroperasi setelah ada panggilan dari pihak manajemen ITDC. Itu pun pengguna jasa shuttle bus tersebut hanya dibatasi 4 orang sekali jalan. Sementara, di sisi pergerakan wisatawan yang ada di kawasan, diterapkan sosial distancing dan physical distancing.

“Kami terus bersinergi dengan seluruh pihak dan secara aktif melakukan langkah-langkah preventif serta pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam kawasan maupun lingkungan desa penyangga The Nusa Dua untuk memutus rantai penyebaran virus itu,” imbuh Ardita.

Menurut Ardita, pihaknya saat ini sudah membentuk Satgas BUMN Antisipasi Covid-19 Provinsi Bali dan membangun posko di Kawasan The Nusa Dua. Di posko itu dilengkapi dengan alat pengukur suhu tubuh serta hand sanitizer dan memiliki tugas antara lain melakukan sosialisasi pencegahan covid-19 dengan menyebarkan brosur, sebagai tempat pengaduan pengunjung/tamu jika diindikasi ada gejala di luar kondisi normal, melakukan mitigasi jika ada suspect dan membawa ke rumah sakit rujukan, melakukan monitoring berkala terkait informasi yang telah diberikan selaku spokeperson penyedia informasi bagi tenant dan masyarakat desa penyangga.

“Mari bersama-sama mengurangi sebaran Covid-19 di Pulau Bali, mulai dari diri kita sendiri menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta patuh terhadap kebijakan pemerintah,” tandas Ardita. *dar

loading...

Komentar