nusabali

Positif Covid-19 di Bali Jadi 131 Kasus, 1 WNI Meninggal

  • www.nusabali.com-positif-covid-19-di-bali-jadi-131-kasus-1-wni-meninggal

DENPASAR, NusaBali
Perkembangan kasus Covid-19 di Bali nampaknya belum menunjukkan adanya tren penurunan.

Setiap hari jumlah kasus terus melonjak. Hingga per Sabtu (18/4) jumlah pasien positif covid-19 sudah menyentuh angka 131 kasus. Bahkan ada tambahan 1 kasus meninggal dunia, yakni seorang Warga Negara Indonesia (WNI).

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyebutkan, Sabtu kemarin jumlah pasien positif Covid-19 bertambah 7 orang yang terdiri dari 5 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri serta 2 orang kasus transmisi lokal. Sehingga total kumulatif jumlah kasus positif di Bali mencapai 131 orang. “131 orang ini dengan rincian 8 orang WNA dan 123 orang WNI. Dari 123 kasus WNI positif, 86 orang merupakan kasus imported case (82 PMI dan 4 WNI non PMI yang pernah melakukan kunjungan ke luar negeri), 11 orang yang dengan riwayat terjangkit di luar daerah Bali dan 23 orang kasus transmisi lokal. Yang kasus transmisi lokal bertambah lagi dua orang,” terangnya dalam siaran live streaming di akun youtube Humas Provinsi Bali, Sabtu petang kemarin.

Sedangkan jumlah kasus yang sembuh belum ada penambahan. Saat ini jumlah kasus yang sembuh masih 36 orang. Namun ada satu pasien meninggal, yakni seorang WNI. Dalam peta persebaran Covid-19 yang dibuat oleh Pemkot Denpasar, Sabtu kemarin tercatat ada satu pasien positif meninggal di daerah Tonja, Denpasar Utara. Sehingga total akumulatif jumlah pasien positif yang meninggal menjadi 3 orang.

“Salah satu pasien WNI positif covid-19 meninggal tadi pagi (kemarin, red). Pasien ini berjenis kelamin laki-laki, umur 51 tahun. Telah dimakamkan siang harinya sesuai dengan protokol pemakaman jenazah covid-19, dan dibantu oleh petugas khusus dari Korem 163/Wirasatya dan Dandim Badung. Sedangkan yang masih dalam perawatan ada 92 orang di 11 rumah sakit rujukan dan juga di tempat karantina,” jelas Dewa Indra.

Sebagai informasi, Sabtu kemarin Provinsi Bali kembali kedatangan Kapal Pesiar Spectrum of The Seas di Pelabuhan Benoa yang mengangkut PMI asal Bali dan luar Bali. Terhadap semua PMI yang datang, telah dilakukan proses pemeriksaan yang ketat dan mengikuti rapid test. Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang dirapid tes kemarin dinyatakan negatif.

“Atas arahan Gugus Tugas Nasional, Pemerintah Provinsi Bali diminta untuk memfasilitasi pemulangan PMI baik yang berasal dari Bali maupun luar Bali. Tadi pagi (kemarin, red) telah merapat satu unit kapal pesiar yang mengangkut ABK sebanyak 208 orang, di mana 123 orang merupakan PMI asal Bali dan 85 orang PMI asal luar Bali,” terang birokrat asal Desa Pemaron, Buleleng ini.

Hasil rapid test yang dilakukan KKP Pelabuhan dan Tim Rapid Test Gugus Tugas Provinsi Bali, semua ABK dinyatakan negatif. Untuk PMI yang telah dinyatakan negatif, langsung dikembalikan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melanjutkan proses karantina.

Sedangkan untuk PMI luar Bali, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali telah berkolaborasi dengan agen-agen dari perusahaan kapal pesiar tersebut agar dapat difasilitasi kepulangannya sesegera mungkin. “Dari 85 PMI asal Bali, 42 orang sore ini dan malam ini (kemarin) akan terbang ke daerah asal masing-masing. Sedangkan sisanya akan dipulangkan besok sesuai jadwal penerbangan masing-masing,” tegasnya.

Kadis Kesehatan  (Kadinkes) Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan kepada PMI tersebut dilakukan di atas kapal sebelum bersandar di pelabuhan. Sehingga prosedur pemeriksaan kesehatan terkait dengan Covid-19 sudah jelas.

“Jadi tim kami yang dipimpin dokter spesialis dan analis melakukan rapid test di atas kapal, dan setelah hasilnya keluar baru para penumpangnya diizinkan turun,” terang Suarjaya.

Setelah menjalani rapid test pun, para PMI yang dikembalikan ke daerah masing-masing ini harus kembali mengikuti prosedur karantina dan isolasi di lokasi-lokasi yang telah ditentukan pemerintah kabupaten/kota masing-masing. "Setelah itu, akan kembali dilaksanakan tes SWAB dan PCR untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar tidak terinfeksi virus,” birokrat asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng ini.

Kadis Perhubungan (Kadishub) Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, menyebut pihaknya menyediakan angkutan yang memadai untuk membawa PMI tersebut  ke lokasi karantina serta beberapa menuju ke bandara untuk memulangkan PMI non-Bali ke daerah masing-masing. “Ada empat bus kita siapkan ditambah bus dari Kabupaten/kota yang stand by untuk menjemput warga-nya masing-masing. Jadi sebetulnya mereka sudah siap untuk membawa PMI yang datang hari,” ujar alumni ITB Bandung, Jawa Barat ini.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dihubungi, Sabtu (18/4) membenarkan adanya informasi satu pasien Covid-19 dari Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, meninggal. Pasien tersebut meninggal setelah dirawat selama 13 hari di RSUP Sanglah dari tanggal 6 April 2020 lalu. Sehingga menambah satu lagi pasien Covid-19 meninggal menjadi 3 orang di Bali.

Pasien laki-laki berumur 51 tahun tersebut kata Dewa Rai, merupakan warga dari luar Bali yang sudah lama menetap di wilayah Tonja. Pasien tersebut diketahui merupakan pegawai swasta di salah satu perusahaan di Denpasar. Dewa Rai mengatakan, pihaknya sampai sekarang tidak mengetahui siapa saja yang sempat kontak langsung dengan pasien tersebut selain dua orang anak dan satu istrinya yang sempat dilakukan rapid test dan dinyatakan negatif.

Dikatakan Dewa Rai, pasien selama ini tertutup dengan informasi sehingga susah untuk dilakukan tracking (pelacakan). "Kami tidak bisa mencari siapa yang sebelumnya diajak kontak langsung. Yang ada hanya keluarganya yang menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama dinyatakan positif Covid-19," ungkapnya.

Menurut Dewa Rai, pasien selain positif Covid-19 juga memang memiliki riwayat penyakit sesak napas bawaan dari lahir dan diabetes militus. Saat dinyatakan positif di RSUP Sanglah, pasien tersebut diketahui mengalami gejala sesak napas. "Kemungkinan komplikasi juga karena memiliki penyakit bawaan yakni sesak napas. Selain itu juga karena memiliki penyakit diabetes militus. Jadi bukan hanya Covid-19 saja," ungkapnya. Hingga Sabtu kemarin kata Dewa Rai, warga yang positif di Denpasar sudah mencapai 31 orang yang tersebar di 17 desa. *ind, nat, mis

Kawasan Legian Kuta Sepi Imbas Wabah Corona Covid-19

loading...

Komentar