nusabali

Kegiatan Party Disesalkan Sejumlah Pihak

  • www.nusabali.com-kegiatan-party-disesalkan-sejumlah-pihak

MANGUPURA, NusaBali
Pesta yang digelar sejumlah bule di Villa Ombak Luxury Residence, Desa Cemagi, Kecamatan Kuta Utara, disesalkan banyak pihak lantaran dilakukan di saat pemerintah dan masyarakat tengah berjuang memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).

Perbekel Desa Cemagi Si Ketut Wirama, mengaku sudah mendapatkan laporan dan sudah pula meminta klarifikasi terhadap sejumlah wisatawan yang mengadakan party pada Minggu (12/4) malam. “Iya, ada tamu di Villa Ombak mengadakan ulang tahun dan mengundang teman-temannya,” ujar Wirama, Senin (13/4).

Menurut Wirama, party dilaksanakan tanpa sepengetahuan siapapun. Baru viral setelah diunggah ke media sosial. “Tanpa ada pemberitahuan apapun tiba-tiba mengadakan kegiatan ulang tahun. Andaikan mencari rekomendasi tentu sudah tidak diizinkan, karena situasi saat ini di tengah wabah Covid-19 ini,” kata Wirama.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya wisatawan agar menunda menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Mari bersama-sama mengikuti arahan dari pemerintah pusat dalam upaya mencegah Covid-19,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Bendesa Adat Cemagi I Made Suarta. Kegiatan tersebut tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. “Biasanya kalau ada kegiatan keramaian seperti itu selalu melapor ke kami. Tapi untuk yang kemarin itu tidak ada. Kalaupun ada laporan sudah pasti tidak kami izinkan, sesuai arahan dari pemerintah,” tegasnya.

“Jangankan acara seperti itu, kegiatan piodalan saja kami batasi warga untuk datang ke pura,” imbuh Suarta.

Disinggung terkait pengawasan selama ini, ditegaskan pecalang desa rutin melakukan pengawasan bersama aparat terkait yang tergabung dalam Pam Swakarsa. “Jadi patroli rutin dilakukan bersama TNI/Polri maupun pihak desa,” tandasnya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung IGAK Suryanegara, juga menyayangkan kegiatan party di tengah wabah Covid-19. “Iya, karena tempatnya terisolir mereka malah mencari kesempatan untuk melakukan kegiatan seperti itu,” ucapnya.

“Syukur semalam satpam dan manajemen di sana melaporkannya, karena memang tidak kedengaran dari luar. Satpam mengetahuinya karena banyaknya motor yang parkir, setelah dilihat dan diimbau malah marah-marah, sehingga dilaporkan,” jelasnya. Mengantisipasi, kasus serupa terulang, pihaknya mengharapkan kerja sama semua pihak untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona, mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing,” pesan birokrat asal Denpasar ini.

Di tempat terpisah, pecalang Banjar Batubelig, Desa Adat Kerobokan, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, menghentikan kegiatan party di salah satu vila yang berlokasi di kawasan tersebut, Jumat (10/4) lalu sekitar 15.00 Wita. “Iya, pecalang yang menghentikan kegiatan party tersebut,” ujar Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana saat dikonfirmasi.

“Pemilik sebelumnya sudah dikasih tahu ada imbauan dari pemerintah oleh pecalang Banjar Batubelig. Namun, ternyata pemilik La Cabina meminjamkan tempat tersebut kepada temannya (bule) untuk kegiatan party. Sehingga banyak orang tamu yang hadir di sana. Akhirnya ada laporan warga Banjar Batubelig bahwa di tempat tersebut ada keramaian, sehingga kegiatan party kemudian dibubarkan,” tutur Eka Permana.

Disinggung apa yang dilakukan mengantisipasi kejadian terulang di tempat lain, mantan Sekcam Kuta Utara ini mengaku sudah melakukan patroli rutin bersama pihak terkait. “Kita dari Satgas Gotong Royong adat dan Satgas dinas desa dan kelurahan terus melakukan patroli dan memberikan imbauan kepada seluruh pengusaha dan masyarakat. Ke depan apabila imbauan dan instruksi tidak diikuti akan dilakukan penindakan hukum diserahkan kepada yang berwenang dalam hal ini polisi,” tandasnya. *asa

Komentar