nusabali

Anggota Dewan Ingin Kejelasan Rencana Nyepi Tiga Hari

  • www.nusabali.com-anggota-dewan-ingin-kejelasan-rencana-nyepi-tiga-hari

DENPASAR, NusaBali
Anggota DPRD Kota Denpasar mempertanyakan dasar ilmiah dan kajian yang digunakan Majelis Desa Adat (MDA) dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali terkait rencana Nyepi (Sipeng) selama tiga hari, 19-20 April 2020 mendatang.

Sebab ‘lockdown’ yang menggunakan istilah Nyepi ini diyakini akan berimbas pada perekonomian masyarakat.  Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Golkar, I Wayan Mariyana Wandhira, mengatakan jika ada sastra yang menyebutkan Nyepi dilakukan tiga hari, maka hendaknya ada penjabaran yang jelas dari pihak terkait agar masyarakat paham.

"Saya kira istilah Nyepi ini dibuat agar tidak perlu rekomendasi pusat untuk melakukan lockdown. Kalau seperti itu kan harus dipersiapkan segala kebutuhan masyarakat," jelasnya. Sebab jika meminta izin, kemungkinan tidak akan direkomendasi karena akan berimbas pada perekonomian masyarakat.

Pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya yang ingin melakukan proses tersebut harusnya memikirkan kesiapan logistik berupa sembako kepada masyarakat. "Jika Nyepi tiga hari apa sudah menyiapkan kebutuhan pokok masyarakat? Jika sudah menyiapkan siapa saja yang kena sembako itu, apa hanya orang kategori miskin yang tercatat di desa saja? Karena banyak juga yang kini di-PHK dan dirumahkan, bahkan buruh harian dan pekerja lainnya bagaimana? Karena mereka juga sudah kena imbas," kata

Ketua DPD II Golkar Denpasar ini. Sementara Anggota DPRD Kota Denpasar lainnya dari Fraksi Demokrat, AA Susruta Ngurah Putra, mengatakan masyarakat akan menyetujui terkait dengan keputusan yang dibuat oleh MDA dan PHDI. Namun, kata dia yang terpenting dalam usulan Sipeng atau Nyepi tiga hari ini ada dasar kajian ilmiahnya.  “Apakah berdasarkan aturan yang lebih tinggi, kajian kesehatan, atau kajian masa inkubasi virus coronanya sendiri atau hanya sekedar kira-kira saja,” katanya. "Itu saja yang kami pertanyakan. Jadi agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang gamblang," ujarnya. *mis

loading...

Komentar