nusabali

Berusaha Sisipkan Pesan

  • www.nusabali.com-berusaha-sisipkan-pesan

Dalam setiap filmnya, Erick memasukkan pesan lingkungan, sosial, dan kemanusiaan sebagai hal yang biasa diterima.

DENPASAR, NusaBali
Sutradara Erick Est selalu berusaha menyisipkan pesan dalam setiap film yang dibuatnya. Bagi sutradara kelahiran Lhoksumawe ini, film akan menjadi bermakna ketika ia bukan hanya menjadi sarana hiburan. Hal inilah yang menjadi acuan Erick ketika menggarap sebuah film. "Paling tidak menyampaikan pesan lah," ujar pria yang sudah menyutradarai sejumlah film sejak tahun 2000 ini.

Dalam setiap filmnya, Erick memasukkan pesan lingkungan, sosial, dan kemanusiaan sebagai hal yang biasa diterima. Dalam film Derita Sudah Naik Seleher (2017), misalnya, Erick menyisipkan pesan mengenai persoalan lingkungan akibat pembangunan yang masif. Film berdurasi sekitar 30 menit ini menyoroti masifnya pembangunan di kawasan Bali Selatan.

Menurut dia pembangunan yang tidak sesuai dengan kapasitas ruang terbuka hijau dan melebihi dari kapasitas aturan tentang tinggi bangunan mempengaruhi jumlah demografi, transportasi bahkan limbah yang terus meningkat setiap tahunnya. "Ini akan berdampak luas terhadap lingkungan," kata filmaker yang pernah mendokumentasikan gempa Jogja 2006 silam ini.

Ditambah lagi dengan kawasan Bali Selatan yang merupakan wilayah Pacific Ring of Fire sehingga rawan terhadap bencana alam. Bangunan yang terdiri dari beton akan mudah retak bahkan roboh ketika terjadi gempa. Pembangunan yang memanfaatkan wilayah pesisir juga rawan terhadap bencana tsunami. 

Upaya mengangkat persoalan sebagai materi film, diharapkan Erick memantik ruang diskusi untuk membahas lebih lanjut persoalan tersebut. "Buat aku, filmaker yang bagus ia tidak membahas panjang sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibahas. Tapi dia membahas persoalan bersama yang mestinya diselesaikan," sambung dia.

Erick meyakini ketika pesan yang ia bawa dalam film diterima oleh penonton, akan menggerakkan mereka untuk berbuat sesuatu. "Aku percaya kalau film sebagai salah satu pintu untuk upaya menggerakkan seseorang. Banyak kok orang yang berubah setelah ia menonton film," pungkasnya.*cr75

loading...

Komentar