nusabali

Pekerja Migran asal Buleleng Dalam Pemantauan Corona Terus Bertambah

  • www.nusabali.com-pekerja-migran-asal-buleleng-dalam-pemantauan-corona-terus-bertambah

Mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Jumlah ini lolos screening di Bandara Ngurah Rai dan sudah mengantongi health certifikat dari agen mereka sebelumnya.,

SINGARAJA, NusaBali

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Buleleng yang baru pulang dari luar negeri terus bertambah. Hingga Senin (23/3) data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mendata ada 336 orang PMI dalam pemantauan dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa merinci dari 336 orang PMI, 256 orang di antaranya adalah pekerja kapal pesiar, 28 orang TKI, 46 Warga Negara Asing (WNA) dan 6 WNI yang baru pulang dari luar negeri. “Sejauh ini mereka melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Jumlah ini lolos screening Pemprov di Bandara Ngurah Rai dan sudah mengantongi health certifikat dari agen mereka sebelumnya, tetapi tetap dalam pemantauan surveillance kami di lapangan selama 14 hari,” ujar Suyasa yang juga Sekda Buleleng itu saat memberikan keterangan pers di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng.

Dia pun menjelaskan dari pemulangan PMI dari luar negeri tidak semua dikarantina Pemprov Bali. Mereka yang dikarantina dan dirujuk ke RSUP Sanglah hanya yang datang dari 10 negera terpapar virus Corona di dunia, yang menunjukkan gejala dicurigai terpapar Corona. Sedangkan PMI yang pulang dari negara yang tak masuk zona merah, setelah mengantongi health certifikat dan lolos screening kesehatan di bandara dipersilakan pulang ke rumah masing-masing dengan catatan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhitung dari hari tiba di Bali.

“Setelah Nyepi nanti baru akan dilakukan rapid test untuk mengukur apakah yang dalam pemantauan ini terpapar Corona atau tidak nanti ini bisa diketahui dengan pasti dan cepat,” imbuh mantan Kadisbudpar Buleleng ini.  Sedangkan hingga kini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Buleleng masih tetap 4 orang dan Orang Dalam pemantauan 62 orang yang 18 orang di antaranya sedang diisolasi di RS Pratama dan dalam keadaan sehat.

Sementara itu Ketua Gugus Tugas Suyasa juga mengatakan hingga kini belum menerima laporan pasien PDP yang diinformasikan ditemukan dan ditangani di RS swasta di Buleleng. Dia pun berharap jika memang ada kasus PDP segera dilaporkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Buleleng, untuk penanganan dan pemantauan bersama. “Kalau memang bisa ditangani sesuai protap WHO kami persilakan, tetapi kalau pun tidak sepanjang RSUD dan RS Pratam Giri Emas muat bisa ditampung di sana,” tegas dia.

Sejauh ini kesiapan RS Pratama Giri Emas sebagai rumah sakit penanganan khusus corona yang disiapkan Pemkab Buleleng semakin matang. Secara kontruksi pengaturan 4 ruang isolasi dan 1 ruang screening sudah siap. Alat medis yang didatangkan dari luar Bali juga dinyatakan sudah datang. Alat medis pelengkap penanganan segera akan dipasang sehingga setelah Nyepi. RS Pratama Giri Emas benar-benar siap sebagai fokus penanganan corona. Begitu juga dengan pengadaan APD terutama baju hazmat. Meski menganggarkan anggaran Rp 2 miliar untuk pengadaan 1.000 unit namun baru terpenuhi 34 set. Selain itu Buleleng juga mendapatkan jatah 250 set baju hazmat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dari total 4 ribu yang dialokasikan untuk Bali.

“Berangsur datang, Kadiskes kami juga tengah menjemput 500 botol hand sanitizer, sementara baju hazmat dari anggaran khusus baru dapat 34 set. Kalau yang bantuan BNPD belum diambil nanti akan dikoordinasikan dulu sama Pemprov,” jelas dia.*k23

loading...

Komentar