nusabali

Usaba Dalem di Duda Hanya Layani Naur Sosod

  • www.nusabali.com-usaba-dalem-di-duda-hanya-layani-naur-sosod

AMLAPURA, NusaBali
Bendesa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, I Komang Sujana, menggelar paruman menghadirkan krama yang naur sosod serangkaian karya Usaba Dalem atau Usaba Dodol di Sekretariat Desa Adat Duda, Banjar/Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Sabtu (21/3).

Paruman menyepakati membatasi jumlah pamedek sesuai Instruksi Gubernur Bali. Usaba Dalem atau Usaba Dodol di Pura Dalem Desa Adat Duda hanya memprioritaskan melayani umat yang naur sosod atau naur sesangi saja.  Bendesa Komang Sujana mengatakan, tercatat 30 krama naur sosod. Tiap shift menghadirkan lima paket naur sosod. Tiap paket wajib menghadirkan maksimal 5 krama, sehingga sekali persembahyangan hanya 25 orang. Tiap shift memerlukan waktu 1 jam, persembahyangan dimulai pukul 10.00 Wita, diperkirakan tuntas melayani krama naur sosod pukul 16.00 Wita. Puncak Usaba Dalem pada Anggara Wage Pahang, Selasa (24/3). Krama mulai melakukan persembahyangan Usaba Dalem sejak Saniscara Umanis Pujut, Sabtu (21/3).

Dikatakan, krama yang naur sosod telah tercatat, lengkap dengan nomor HP. "Semua krama telah dapat jadwal, lengkap dengan jam pelaksanaan. Begitu dapat giliran sembahyang, panitia mengontak krama yang dapat giliran naur sosod,” jelas Komang Sujana, Minggu (22/3). Puncak pelaksanaan Usaba Dalem hanya dihadiri prajuru Desa Adat Duda dan desa pitulikur (perwakilan 27 banjar) serta pamangku desa. “Krama yang tidak naur sosod cukup melakukan persembahyangan ngayeng dari Pura Merajan masing-masing. Tirta dari Pura Dalem akan dibawakan kelian banjar adat masing-masing,” imbuh Komang Sujana.

Pembatasan umat ke pura dilakukan untuk menghindari kerumunan massa, jaga jarak antar individu agar terhindar dari penularan virus corona. Sementara Petajuh Wibaga Pawongan Desa Adat Duda, I Gede Suarta, mempersempit penularan virus corona, krama agar selektif menerima tamu. “Agar virus corona tidak menyebar melalui tamu atau warga luar,” kata Gede Suarta. Terpisah, Kelian Banjar Pegubugan, I Wayan Mudiasa, mengaku kesulitan mengatur krama. Pelaksanaannya tersendiri karena memiliki Pura Dalem sendiri. “Usaba Dalem di Pura Dalem Banjar Adat Pegubugan berlangsung seperti biasa,” jelas Wayan Mudiasa. *k16

loading...

Komentar