nusabali

Pengarakan Ditiadakan, Ogoh-Ogoh yang Sudah Jadi Digudangkan

  • www.nusabali.com-pengarakan-ditiadakan-ogoh-ogoh-yang-sudah-jadi-digudangkan

Ogoh-ogoh yang terlanjur dibuat dan siap diarak saat pangerupukan disarankan dimasukkan ke balai banjar atau gudang sehingga di perayaan Nyepi tahun depan dapat digunakan dengan sedikit reparasi

SINGARAJA, NusaBali
Pemkab Buleleng melalui Surat Edaran Bupati Buleleng akhirnya menegaskan peniadaan pengarakan ogoh-ogoh saat pangerupukan Nyepi Tahun Baru Saka 1942 pada Anggara Wage Pahang, Selasa (24/3) mendatang, juga bertepatan dengan tilem kasanga. Seluruh Sekaa Truna Truni (STT) maupun pemuda yang sudah terlanjur membuat ogoh-ogoh dan sudah siap diarak dalam perayaan Nyepi mendatang diminta untuk menyimpan karyanya hingga perayaan Nyepi tahun depan.

Keputusan itu ditegaskan dalam Surat Edaran Bupati Buleleng Nomor 420/1020/PEM/III/2020 yang ditegaskan kembali melalui rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng, Majelis Desa Adat (MDA) Buleleng, MDA Alit se-Buleleng di Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (20/3). Dalam SE Bupati yang merupakan tindak lanjut surat Dharma Adyaksa PHDI Pusat terkait pedoman Hari Raya Nyepi yang diterbitkan Kamis (19/3) lalu.

Surat Edaran itu menegaskan dua poin penting yang diperjelas kembali dengan lima sub poin. Pertama mengatur tentang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942, membahas lima sub poin penting. Di antaranya pelaksanaan melasti, tawur kesangan yang hanya akan melibatkan petugas pelaksana  yang sangat terbatas,  yakni, bendesa adat, sulinggih dan sejumlah prajuru adat.  Selain itu dalam Surat Edaran itu ditegaskan dengan tulisan tebal tidak ada arak-arakan atau pawai ogoh-ogoh.

Sub poin keempat menjelaskan catur brata penyepian tetap dilaksanakan sebagaimana biasa, sedangkan kegiatan dharmasanti yang biasanya dilaksanakan saat Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi,red), pada Wrespati Umanis Pahang, Kamis (26/3) dipertimbangkan kembali sesuai dengan situasi dan kondisi. Sedangkan pada poin kedua Surat Edaran yang ditandatangani langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, juga menegaskan dalam pelaksaan hari raya suci lainnya, seluruh umat Hindu agar melaksanakan persembahyangan di rumah masing-masing.

Bendesa Madya MDA Kabupaten Buleleng, Dewa Put Budharsa ditemui usai rapat koordinasi dengan memegang Surat Edaran menegaskan seluruh rangkaian Nyepi tahun ini akan dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran. “Dalam surat edaran sudah sangat jelas dijelaskan dan pelaksanaan Nyepi akan mengacu pada Surat Edaran ini. Tetap berjalan namun dilaksanakan dengan petugas pelaksana upacara saja dan menghindari kerumunan dan pelibatan orang banyak,” ucap Budharsa.

Sementara itu Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan SE Bupati Buleleng terkait perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1942, sudah diteruskan kepada seluruh desa adat di Buleleng. seluruh ogoh-ogoh yang terlanjur dibuat dan siap diarak saat pangerupukan disarankan untuk dimasukkan ke balai banjar atau gudang sehingga di perayaan Nyepi tahun depan dapat digunakan dengan sedikit reparasi bagian yang usang atau rusak. “Pembatasan pengarakan ogoh-ogoh ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa, tetapi untuk masyarakat Buleleng seluruhnya. Agar tidak terjadi penyebaran virus corona,” tegas Wabup Sutjidra.

Untuk mengantisipasi hal-hal anarkis seperti yang sudah terjadi di beberapa wilayah di Bali karena pemuda tersulut emosi dan melakukan aksi bakar-bakaran, Pemkab Buleleng tetap akan bergandengan tangan dengan Forkompimda termasuk Kodim 1609/Buleleng dan Polres Buleleng. Sejauh ini saran untuk menggudangkan ogoh-ogoh dengan lama penyimpanan satu tahun yang rentan penyusutan dan kerusakan Wabup asal Desa Bontihing ini mengaku belum memikirkan untuk penyediaan ganti rugi bahan yang sudah dihabiskan untuk membuat ogoh-ogoh. “Kami belum berpikir sampai ke sana. Kalau sekarang tidak bisa dipakai tahun depan masih bisa tinggal dimodifikasi diganti mana yang rusak. Tetapi hanya boleh diarak saat rangkaian upacara Nyepi,” ungkap dia.*k23

loading...

Komentar