nusabali

Usaba Dalem Desa Duda Tanpa Percikan Tirta

Pamedek sebelum masuk Pura Dalem wajib cuci tangan

  • www.nusabali.com-usaba-dalem-desa-duda-tanpa-percikan-tirta

AMLAPURA, NusaBali
Paruman Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem memutuskan Usaba Dalem pada Anggara Wage Pahang, Selasa (24/3) dengan membatasi pamedek masuk pura, terutama lansia dan anak-anak.

Pamedek juga tidak mendapatkan percikan tirta untuk mencegah penyebaran virus corona. Sebelum masuk pura, petugas Puskemas Selat mengecek suhu tubuh para pamedek. Paruman membahas Usaba Dalem digelar di Pura Bale Agung Desa Adat Duda, Banjar Bencingah, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Jumat (20/3).

Bendesa Adat Duda, I Komang Sujana, menegaskan paruman menyepakati para pamangku tidak percikkan tirta kepada pamedek. Tirta disiapkan terbungkus plastik untuk dibagikan kepada pamedek. “Tirta yang didapatkan pamedek terbungkus plastik, itu telah steril. Plastik yang digunakan pembungkus tirta telah diperiksa petugas medis, jangan khawatir plastik terbebas dari virus corona,” jelas I Komang Sujana yang juga Bendesa Alit Majelis Desa Adat Kecamatan Selat.

Komang Sujana berikan alasan, pamedek tidak diberikan percikan tirta  untuk mencegah terjadinya penularan virus corona dari tangan jro mangku atau dari tangan pamedek. Sebab terjadi sentuhan dari tangan yang pegang sarana selanjutnya dimasukkan ke tirta. Secara niskala tetap mohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar umat dikaruniai keselamatan lahir dan bathin sehingga upacara bisa terlaksana secara rutin. Paruman ini dihadiri Camat Selat I Nengah Danu, Kapolsek Selat AKP I Gede Sunjaya Wirya, Ketua PHDI Kecamatan Selat Jro Mangku Sudana, Kepala Puskesmas Selat dr I Gusti Lanang Udiana, dan undangan lainnya.

Kepala Puskemas Selat, dr I Gusti Lanang Udiana, mengaku telah siap membantu, mengerahkan stafnya untuk mengecek suhu tubuh pamedek saat Usaba Dalem. Jika ditemukan pamedek bersuhu di atas 37 derajat celsius maka akan diobservasi. “Kami juga sediakan tempat cuci tangan. Pamedek sebelum masuk Pura Dalem wajib cuci tangan,” kata dr I Gusti Lanang Udiana.

Ketua PHDI Karangasem, Dr Ni Nengah Rustini MAg, mengatakan jro mangku bisa saja memercikkan tirta tetapi menggunakan sarana alang-alang sehingga tangan tidak menyentuh tirta. Hal itu sesuai Surat Edaran Bersama PHDI Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan Pemprov Bali dengan Nomor 019/PHDI-bali/III/2020, Nomor 019/MDA-Prov bali/III/2020, dan Nomor 510/Kesra/B.Pem.Kesra, per 17 Maret 2020. “Jro Mangku bisa memercikkan tirta asalkan menggunakan sarana,” jelas Dr Rustini. *k16

loading...

Komentar