nusabali

Lonjakan Dollar Tak Pengaruhi Ekspor Bali

  • www.nusabali.com-lonjakan-dollar-tak-pengaruhi-ekspor-bali

DENPASAR,NusaBali
Lonjakkan Dollar (AS) terhadap Rupiah karena sentimen isu virus corona atau COVID -19, dinilai  tidak berpengaruh terhadap ekspor Bali.

Artinya kenaikan dollar tidak spontan mampu mendongkrak ekspor Bali. Pasalnya pandemic COVID -19, tidak hanya mengguncang perekonomian lokal, tetapi mengglobal.

Hal itu disampaikan kalangan dan pihak terkait ekspor Bali, menanggapi lonjakan dollar yang ‘spontan’ menyusul pandemic  COVID -19, Kamis (19/3).

“Tidak ada pengaruhnya. Tidak ada,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Asosiasi Produsen dan Eksportir Handicraft Indonesia ( DPD ASEPHI) Bali I Ketut Dharma Siadja.

Seandainya dollar melonjak dalam kondisi normal, yakni tidak terkait pandemic (COVID-19) Dharma Siadja menyatakan tentu positif terhadap ekspor Bali. Artinya akan mampu mendorong dan menggenjot ekspor Bali.

“Sekarang ini tidak ada dampaknya. Bagaimana tidak.., orang mereka (buyer luar negeri) juga panik,”  ujarnya.

Karenanya pengusaha asal Desa Mas, Kecamatan Ubud ini membenarkan lonjakan dollar terhadap rupiah untuk saat ini mubazir untuk ekspor. Apalagi suasana sekarang ini di banyak negara ada pembatasan gerakan atau luckdown termasuk  transportasi untuk menekan persebaran COVID-19.

Terpisah Ketua DPD Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia (ALFI) Bali AAB Bayu Joni Saputra menyatakan hal senada. “Kita belum bisa membuat kesimpulan. Lain halnya kalau rupiah saja yang melemah (terhadap dollar) tentu mendorong ekspor.”

Paparnya buyer dari negara-negara tujuan tentu akan berlomba-lomba mengirimkan uang (berbelanja) kalau yang terdepresiasi hanya rupiah.

“Sekarang ini hampir semua negara mengalami tekanan serupa,” kata pengusaha dari Desa Kerobokan, Kuta Utara Badung.

Karena pengaruh global (pandemic corona) buyer tentu berhati-hati melakukan spending uangnya. Mereka lanjut Gung Bayu Joni – sapaan AAB Bayu Joni akan mengutamakan kebutuhan primer, dibanding kebutuhan sekunder.

Dalam beberapa waktu ke depan, setelah kondisi lebih tenang, penanganan virus corona semakin baik, daya immune masyarakat meningkat kata Gung Bayu Joni barulah bisa dilihat dampaknya terhadap  ekspor.

“Psikologi masyarakat juga siap  karena menganggap virus corona sebagaimana virus lain seperti influensa, ebola dan lainnya,” katanya.

Sebagaimana diketahui dollar terus menekan rupiah dalam dua hari terakhir hingga  mencapai Rp 16.031,00 dalam dua jam sore kemarin. *K17.

Komentar