nusabali

Diduga Gelapkan 3 Mobil, Oknum Anggota DPRD Bali Sempat Dijemput Kepolisian

  • www.nusabali.com-diduga-gelapkan-3-mobil-oknum-anggota-dprd-bali-sempat-dijemput-kepolisian

DENPASAR, NusaBali
Setelah 2 anggota Fraksi PDIP DPRD Bali diganjar sanksi pemecataan atas dugaan selingkuh, yakni I Kadek Diana dan Ni Luh Kadek Yustiawati, kini muncul lagi kasus beda menimpa anggota Fraksi PDIP DPRD Bali lainnya.

I Made D, anggota Fraksi PDIP yang duduk di Komisi I DPRD Bali, sempat dijemput polisi untuk diperiksa, Sabtu (14/3) sore, karena dua kali mangkir dari panggilan atas kasus dugaan penipuan hingga miliaran rupiah.

Dalam kasus ini, Made D dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan oleh salah seorang pemilik usaha rent car atas dugaan penggelapan 3 unit mobil. Hal ini dikaui Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitus Panjaitan, saat dikonfirmasi, Senin (16/3).

Menurut AKBP Jansen, sang anggota Dewan diperiksa sebagai saksi terlapor atas dugaan penggelapan 3 unit mobil dari salah satu usaha rent car di Denpasar Selatan. Dugaan penggelapan itu terjadi, karena selama setahun terakhir, sang anggota Dewan tidak pernah membayar 3 mobil yang disewanya tersebut. “Bukan hanya itu, terlapor juga tidak bisa ditemui korban,” ungkap AKBP Jansen.

Menurut AKBP Jansen, kasus dugaan penggelapan 3 unit mobil ini berawal tahun 2018. Saat itu, terlapor Made D sewa mobil di salah satu rent car kawasan Denpasar Selatan, untuk keperluan nyaleg DPRD Bali ke Pileg 2019. Entah apa yang terjadi, anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Dapil Badung ini tidak bayar mobil tersebut sejak setahun terakhir.

"Korban akhirnya lapor ke polisi. Oknum anggota Dewan itu diduga menggelapkan mobil dari tempat rent car untuk kepentingan kampanye saat Pileg 2019. Namun, hingga setahun lamanya, mobil-mobil itu tidak dibayar. Atas laporan korban, kami kini dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Akibatnya, korban menderita kerugian hingga Rp 1,2 miliar,” papar AKBP Jansen.

AKBP Jansen mengungkapkan, sebelum melapor ke Polsek Denpasar Selatan, korban sempat mencari terlapor Made D, namun tak pernah bisa ketemu. "Awalnya, korban coba menghubungi terlapor, tapi tidak bisa. Karena tak ada konfirmasi, korban melapor ke Polsek Denpasar Selatan," tegas mantan Wadir Reskrimsus Polda Papua Barat ini.

Menurut AKBP Jansen, sebelum menjemput terlapor Made D, penyidik Polsek Denpasar Selatan sempat sudah memeriksa korban (pelapor) dan saksi-saksi lainnya. Sedangkan terlapor Made D baru diperiksa Sabtu sore. “Saat ini, proses masih berjalan. Jika ada unsur pidana, maka perkaranya akan dilanjutkan.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster menyatakan akan mengecek kebenaran kasus yang melibatkan Made D. "Saya belum lengkap dapat infonya. Nanti saya cek dulu. Kalau terbukti bersalah, pasti ada sanksi," ujar Koster saat ditemui NusaBali di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Komplek Jaya Sabha, Jalan Surapati Nomor 1 Denpasar, Senin sore.

Koster pun balik menanyakan terkait apa saja kasus yang dilakukan oknum anggota Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut? Soalnya, dalam berita yang beredar sebelunya, Made D dijemput paksa oleh polisi, namun penyelesaian kasusnya belum. "Dalam kasus apa? Coba saya cek lagi," tegas Koster yang juga Gubernur Bali 2018-2023 ini.

Sedangkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, menyatakan terkait kasus dugaan penimpuan mobil yang menyeret Made D sebagai terlapor ini masih menunggu kajian dan keputusan partai. "Masih dalam kajian partai. Kalau sudah ada keputusan partai, barulah kami bisa memberikan keterangan kepada awak media," ujar Dewa Jack saat dikonfirmasi NusaBali terpisah, Senin kemarin.

Oknum anggota Fraksi PDIP DPRD Bali yang diduga terlibat kasus penggelapan mobil, Made D, tidak terlihat mengikuti kegiatan kader di Rakerda DPD PDIP Bali, Sabtu lalu. Ponselnya juga tak pernah bisa dihubungi.

Informasi heboh berkembang di arena Rakerda PDIP Bali di Hotel Inna Grand Bali Beach Sabur, Denpasar Selatan, Sabtu petang, Made D ditahan polisi dalam kasus dugaan penipuan. Namun, Wakil Ketua DPP PDIP sekaligus Korwil Bali DPP PDIP, I Made Urip, membantah informasi tersebut. "Saya belum tahu itu. Masa? Saya tidak tahu informasi itu, ya nggak bisa komentar," tangkis Made Urip yang kala itu hadir ke Rakerda PDIP Bali mewakili DPP PDIP. *pol,nat

Komentar