nusabali

Hand Sanitizer Langka, Siswa SMPN 1 Singaraja Praktik Bikin Sendiri

  • www.nusabali.com-hand-sanitizer-langka-siswa-smpn-1-singaraja-praktik-bikin-sendiri

Inisiatif untuk pemuatan hand sanitizer ini sudah diagendakan sejak merebaknya virus corona di berbagai belahan dunia pada Januari lalu.

SINGARAJA, NusaBali

SMPN 1 Singaraja kembali mengambil inisiatif untuk mengantisipasi dan memproteksi diri dari penyebaran virus corona. Seluruh siswa secara bertahap, Kamis (12/3), diajarkan untuk membuat hand sanitizer sendiri. Inisiatif pembutaan hand sanitizer ini menyusul kelangkaan antiseptic ini di apotek, toko ritel hingga supermarket.

Praktik pembuatan hand sanitizer ini dilakkan di ruang Lab IPA SMPN 1 Singaraja. Awalnya guru IPA yang sudah menyiapkan resep dan bahan yang digunakan mengajari siswa yang tergabung dalam Kader Kesehatan Remaja (KKR), kemudian KKR mengajarkan ke seluruh siswa secara bertahap. Seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang sama setiap mendapat mata pelajaran IPA, mereka akan dialihkan ke laboratorium untuk praktik membuat hand sanitizer.

Kepala SMPN 1 Singaraja, Dra Ni Putu Karnadhi, menjelaskan inisiatif untuk pemuatan hand sanitizer ini sudah diagendakan sejak merebaknya virus corona di berbagai belahan dunia. Terlebih belakangan ini masker hingga pembersih tangan yang mengandung bahan antiseptic ini mulai langka di pasaran. “Karena kami di sini melakukan langkah pencegahan dan sebenarnya setiap hari anak-anak bawa di tasnya dan belakangan langka. Akhirnya kami sarankan guru IPA membuka buku resep untuk pembuatan hand sanitizer ternyata bahannya dan caranya cukup sederhana,” jelas Karnadhi.

Dalam pembuatan hand sanitizer ini diajarkan dua versi, satu versi yang memakai zat kimia seperti hydrogen peroksida, gliserol dan sitrun, alkohol dan air mineral seperti yang biasa dipakai rumah sakit dan versi hand sanitizer sederhana yang hanya dapat dibuat dengan gel aloe vera, alkohol 70 persen dan essential oil yang menyesuaikan dengan selera. Karnadhi pun menyebutkan kedua versi hand sanitizer ini standar sebagai alat pembersih tangan dari kuman. Hanya saja yang menggunakan bahan kimia biasanya digunakan usai dari tempat yang memiliki potensi tinggi penyebaran kuman dan penyakit. Namun jika untuk kegiatan sehari-hari tanpa risiko tinggi cukup menggunakan hand sanitizer yang dibuat dengan bahan yang sederhana.

“Kami intinya ingin mengedukasi masyarakat. Setelah anak-anak praktik dan bisa bawa pulang hand sanitizer buatan mereka diharapkan mengimbas ke lingkungan tempat tinggalnya. Kami juga ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat ternyata hand sanitizer dapat dibuat dengan snagat mudah dan bahannya ada di lingkungan sekitar,” imbuh dia.  Selain itu SMPN 1 Singaraja juga berencana akan memberikan edukasi ke sekolah dasar imbas di sekitar wilayah Kelurahan Banjar Bali dan Kaliuntu.

Sementara itu seorang siswa, Ni Luh Freya Ristana Devia mengaku sangat senang bisa diajarkan praktik langsung membuat pembersih tangan yang dapat membunuh kuman. Hal itu disebut siswa kelas VIII ini sangat penting melihat situasi saat ini dengan penyebaran virus corona. “Ya cukup takut juga dari informasi dari guru, berita televisi yang beredar kan bisa mengakibatkan kematian, sehingga kita perlu mengantisipasi. Ini sangat bagus dan bahannya juga mudah dicari dibeli di apotik dan toko tanpa membeli yang sudah jadi,” ucap Freya yang juga ketua KKR SMPN 1 Singaraja.

Dalam kesempatan itu, sekolah juga mengundang perwakilan orangtua siswa yang diajak bergabung pula untuk membuat hand sanitizer. Seperti yang dilakukan Boby Lestaria, ibu salah satu siswa SMPN 1 Singaraja yang juga ikut praktik membuat hand sanitizer bergabung dengan guru dan siswa. Menurutnya inisiatif praktik pembuatan hand sanitizer sangat mengagumkan. SMPN 1 Singaraja disebutnya bergerak cepat menyikapi situasi yang terjadi saat ini.

“Kebetulan saya juga punya minimarket yang sudah lama hand sanitizer ini kosong. Setelah dapat ilmu ini sangat berguna ilmunya dan saya rasa saya bisa share ke teman-teman dan tetangga di rumah, kalau buat untuk dijual sih belum kepikiran,” jelas Lestaria.*k23

loading...

Komentar