nusabali

TTP Guru Dinilai Timpang, Dewan Inginkan Pemerataan

  • www.nusabali.com-ttp-guru-dinilai-timpang-dewan-inginkan-pemerataan

BANGLI, NusaBali
Ketua Komisi I DPRD Bangli, Satria Yudha menilai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Berbasis Kinerja untuk guru ada ketimpangan antara guru non sertifikasi dengan yang sudah bersertifikasi.

Dia pun mengharapkan ada penyesuaian untuk pemberian TPP. TPP guru non sertifikasi nilainya ratusan ribu per bulan. Sedangkan guru bersertifikasi mendapat TPP serta tunjangan profesi guru.  Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli, I Nengah Wikrama membenarkan nilai TPP guru bersertifikasi dengan non sertifikasi berbeda. Dijelaskan, mendapatkan TTP yang sama di atas Rp 1 juta . Pada tahun 2018 mengalami perubahan dan nilai TPP yang diberikan berbeda. Contohnya, guru sertifikasi golongan IV mendapat Rp 500 ribu per bulan dan non sertifikasi Rp 250 ribu per bulan. “TPP dari tahun 2018 hingga Januari 2020 yakni Rp 500 ribu bagi guru bersertifikasi dan Rp 250 ribu bagi guru non sertifikasi tiap bulannya,” jelas Nengah Wikrama, Selasa (10/3).

Sekretaris Disdikpora yang juga Ketua PGRI Bangli ini mengaku sudah mengusulkan penyesuasian nominal TPP para guru dengan pegawai pendidikan. “Saat ini sedang dilakukan pembahasan,” ujar pejabat asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini. Dia membeberkan, usulan kenaikan TPP bagi guru sertifikasi 75 persen dari pegawai Disdikpora. Guru non sertifikasi diusulkan naik 100 persen. Tidak hanya itu, diusulkan pula tambahan penghasilan bagi kepala sekolah sebesar 50 persen serta bagi guru yang bertugas di daerah sulit mendapat tambahan sebesar 50 persen. “Guru di daerah sulit adalah daerah yang sulit dijangkau transportasi,” imbuh Nengah Wikrama.

TPP bulan Februari dan Maret belum dibayarkan. Nengah Wikrama menyebutkan, jika nantinya ada perubahan tentu TPP akan dibayarkan secara rapel. Dengan usulan tersebut dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Total TPP yang sudah dibayarkan pada Januari untuk guru sertifikasi sebanyak 1.068 orang. “Jumlah mengalami perubahan karena masih ada guru yang sedang berproses untuk sertifikasi. Jumlah guru PNS sekitar 1.600 orang dan guru tidak tetap sekitar 1.200 orang,” jelasnya. *esa

loading...

Komentar