nusabali

ODGJ Pembunuh Istri Dibawa ke RSJ

  • www.nusabali.com-odgj-pembunuh-istri-dibawa-ke-rsj

AMLAPURA, NusaBali
Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), I Made Genep, 59, dari Lingkungan Desa, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem diantar ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Kabupaten Bangli, Senin (2/3) pukul 08.30 Wita.

Made Genep kembali dibawa ke RSJ karena sakitnya kambuh dan meresahkan warga sekitar. Apalagi ODGJ ini pernah mengamuk hingga istrinya, Ni Wayan Sutri, terbunuh pada tahun 2008. Pelaku juga sering bepergian bawa batu.

Anggota Satpol PP dipimpin Danton I Gede Wana, disusul Lurah Subagan Ida Ketut Putra, Babinsa Serma I Kadek Suarmaja, Babinkamtibmas Aiptu I Wayan Gunarta menemui Made Genep di teras rumahnya. Anggota Satpol PP mengajak Made Genep ngobrol tentang ayam aduan. Selanjutnya Babinsa Serma I Kadek Suarmaja dan Danton Satpol PP I Gede Wana mengalihkan perhatiannya untuk mengajak berobat. Saat itulah Made Genep beraksi, melakukan penolakan. “Banyak orang bilang saya gila. Sebenarnya saya menderita diabetes. Saya tidak mau diajak berobat, saya akan berobat sendiri,” sahut Made Genep kepada petugas.

Serma Kadek Suarmaja tak kalah akal. Dia menanyakan tempat Made Genep biasanya berobat dan bersedia mengantar. “Ya saya akan tunjukkan tempat saya berobat,” jawab Made Genep. Dia kemudian diajak berobat namun menolak duduk di bagian belakang mobil Satpol PP. Dia minta duduk di samping sopir. Anggota Satpol PP pun menuruti keinginan ODGJ ini. Perjalanan pertama menuju RSUD Karangasem I Made Genep didampingi Danton I Gede Wana. Di RSUD, Made Genep diberikan suntikan penenang. Selanjutnya diantar ke RSJ di Bangli.

Kakak Made Genep, I Nyoman Kanten mengaku telah bolak-balik berobat ke RSJ Bali. Dikatakan, Made Genep pernah putus minum obat. “Daripada meresahkan masyarakat dan membahayakan, kami minta bantuan petugas  mengantar ke RSJ,” kata Nyoman Kanten. Apalagi adiknya yang mengalami gangguan kejiwaan membunuh istrinya saat berkunjung ke rumah asal istrinya di Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis. Saat itu kedua anaknya masih kecil. Sedangkan Danton I Gede Wana mengaku berupaya mengantar ODGJ tanpa diborgol. “Kesannya kurang manusiawi jika diborgol. Makanya saya coba komunikasi baik-baik,” jelas Gede Wana. *k16

loading...

Komentar