nusabali

Air PDAM Keruh, Pelanggan Mengeluh

  • www.nusabali.com-air-pdam-keruh-pelanggan-mengeluh

BANGLI, NusaBali
Pelanggan keluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli. Penyebabnya, air yang mengalir ke konsumen sangat keruh.

Perubahan warna air ini terjadi seputaran Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli. Air berwarna keruh ini terjadi setelah Kabupaten Bangli dan sekitarnya dilanda hujan.  Warga Banjar Kawan menduga air yang mengalir ke pelanggan terkontaminasi lumpur. “Air yang mengalir ke pelanggan berwarna kecoklatan,” ungkap sumber di lapangan, Senin (2/3). Pelanggan pun dirugikan, selain tidak bisa dikonsumsi dan untuk MCK, pemakaian air tetap dihitung. “Air mengalir tapi tidak bisa digunakan. Kami minta PDAM  segera  mencari sumber penyebab keruhnya air ke konsumen,” pinta sumber yang namanya enggan dikorankan ini.

Sementara pelanggan di seputran Jalan Nusantara, Kota Bangli keluhkan pasokan air. Sebab sejak empat hari lalu mereka kesulitan air. “Air mengalir hanya beberapa jam saja, itu pun debitnya sangat kecil. Kadang air tidak mengalir sampai satu hari penuh,” ujar pelanggan yang mengaku bernama ibu Agung  ini. Dikatakan, dalam kondisi normal air biasanya mengalir pukul 09.00 Wita. Menginjak siang, debit air mengecil dan sore hari air mati.

Terpisah, Kepala Bagian Teknik PDAM Bangli, Ida Bagus Perenawa saat dikonfirmasi menjelaskan, perubahan warna air akibat terkontaminasi lumpur. PDAM telah melakukan pengecekan pada bak bron di sumber mata air Tirta Barong. “Air dalam bak terlihat jernih, kemungkinan air keruh karena jaringan pipa ada yang bocor,” duga Ida Bagus Perenawa. Diakui, petugas PDAM sedang melakukan penelusuran pemicu perubahan air PDAM.

Ida Bagus Perenawa menerangkan, terganggunya pasokan air di seputaran Jalan Nusantara dan Kusumayuda akibat penurunan tekanan  air imbas jaringan pipa bocor. “Air di bak reservoar mencukupi bagi pelanggan. Kemungkinan terjadi penurunan tekanan air sehingga pasokan air terganggu,” jelas Ida Bagus Perenawa. *esa

loading...

Komentar