nusabali

Anak Tangga Pura Lempuyang Rusak

  • www.nusabali.com-anak-tangga-pura-lempuyang-rusak

Anak tangga di Pura Sad Kahyangan Lempuyang, Desa Adat Purwayu, Desa Tri Buana, Kecamatan Abang, Karangasem sejak dibangun tahun 1990 belum pernah diperbaiki.

AMLAPURA, NusaBali

Terutama tangga dari Pura Telaga Mas hingga Pura Pasar Agung di Bukit Bisbis. Perbaikan kerusakan anak tangga ditaksir mencapai Rp 7 miliar.

Ketua Panitia Pembangunan Pura Sad Kahyangan Lempuyang I Wayan Putu Aryawan mengatakan, biaya paling mahal adalah untuk angkut material karena mesti jalan kaki naik tangga. Misal harga per satu sak semen Rp 55.000, ongkos angkutnya Rp 25.000. Begitu juga ongkos angkut pasir, satu truk yang harganya Rp 1,2 juta tambah ongkos angkut Rp 1,2 juta. Syukurnya dari Pura Telaga Mas hingga Pura Pasar Agung dengan mudah dapatkan air sehingga tidak perlu lagi mengangkut air ke atas. “Kami masih berjuang ke Provinsi Bali, mengajukan proposal kepada Gubernur Bali agar dapat perhatian khusus biaya perbaikan anak tangga,” ungkap Wayan Putu Aryawan.

Dikatakan, anak tangga dibangun di zaman Gubernur Bali Ida Bagus Oka tahun 1990. Semula berupa jalan tanah yang licin. Selanjutnya dibangun ratusan anak tangga lengkap dengan pegangan. Sejak beberapa tahun terakhir, anak tangga mulai keropos, jebol, dan sulit dilalui di beberapa titik. Para pamedek diimbau berhati-hati karena di sejumlah titik terutama di jalur tanjakan dari Pura Telaga Mas menuju Pura Pasar Agung hingga Pura Pucak Luhur banyak yang jebol. Apalagi di sepanjang jalur tanpa lampu penerangan jalan.

Terakhir Pemprov Bali menganggarkan untuk pembangunan di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Rp 7 miliar tahun 2019 jelang Karya Panca Walikrama. Dana itu digunakan untuk membangun bale gong dan bangunan pelengkap lainnya di jaba Pura Penataran Sad Kahyangan Lempuyang. Ketua I Panitia Pembangunan I Nyoman Jati juga berharap Pemprov Bali membantu anggaran perbaikan anak tangga sehingga umat yang melakukan persembahyangan tidak menemui kendala. “Apalagi musim hujan, jalan menuju Pura Pasar Agung dan Pura Pucak Luhur juga licin,” katanya.

Nyoman Jati mengatakan, jelang puncak Pilkada Bupati/Walikota, banyak kandidat melakukan persembahyangan di malam hari. “Mesti berhati-hati karena banyak anak tangga rusak dan licin. Belum ada lampu penerangan jalan sepanjang jalur di Bukit Bisbis,” katanya didampingi Sekretaris I Wayan Santa. *k16

loading...

Komentar