nusabali

Umat Hindu Jabodetabek Tanam 3000 Akar Wangi

  • www.nusabali.com-umat-hindu-jabodetabek-tanam-3000-akar-wangi

Umat Hindu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) menanam 3000 akar wangi di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

JAKARTA, NusaBali

Penanaman akar wangi merupakan salah satu rangkaian kegiatan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1942. Kegiatan itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya dan Sekum PHDI Pusat Ketut Parwata, kemudian mantan Ketua PHDI Pusat Sang Nyoman Suwisma, Panitia Pelaksana acara Wayan Warka, Ketua Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Jakarta Made Sudarta, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie dan Ketua Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa ikut menanam pula.

Menurut Nyoman Cantiasa, tanaman akar wangi sangat baik untuk mencegah longsor dan erosi. Lantaran panjang akar wangi bisa mencapai 5-6 cm. "Menanam akar wangi juga dapat menjaga kestabilan tanah dan memperbaiki kualitas tanah," ujar Cantiasa di Markas Kopassus, Minggu (16/2).

Penanaman akar wangi dilakukan di bantaran sungai Ciliwung yang melintasi Markas Kopassus. Menurut Danjen Kopassus ini, aliran sungai Ciliwung mengalir sepanjang 5 km di Markasnya. Dia berharap, penanam tersebut dapat menanggulangi banjir di sekitarnya.

"Kami berharap penanaman akar wangi membuat lahan hijau semakin baik. Lalu kita berperan aktif menjaga lingkungan, karena saat ini sedang terjadi perubahan iklim. Melalui kegiatan ini pula, bisa menjadi ajang edukasi dan pembelajaran untuk peduli kepada sesama manusia dan lingkungan," ucap Cantiasa.

Sementara Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, penanaman akar wangi merupakan bukti umat Hindu mengaplikasikan ajaran Trihita Karana. Yaitu hubungan antar sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar dan hubungan dengan Tuhan.

"Untuk itu, mari kita jaga hutan dan ekosistemnya agar kelak menghasilkan anak-anak muda yang sehat," kata Wisnu Bawa.

Selain penanaman akar wangi, Panitia Nasional Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 melaksanakan bakti sosial berupa pengobatan gratis, pembagian sembako serta pemberian tali kasih kepada masyarakat tidak mampu. Intinya, lanjut Cantiasa, kegiatan itu dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.*k22

loading...

Komentar