nusabali

Kecamatan Marga Kampanye Makan Babi Bersama

  • www.nusabali.com-kecamatan-marga-kampanye-makan-babi-bersama

Kasus kematian babi secara massal dan adanya kekhawatiran masyarakat mengonsumsi daging babi, membuat aparat Kecamatan Marga mengampanyekan makan babi bersama di Kantor Camat, Rabu (12/2).

TABANAN, NusaBali

Bersamaan itu turut dilakukan sosialiasi pencegahan kematian babi terhadap sejumlah peternak dan perbekel di Kecamatan Marga oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan. Dinas Pertanian juga menginstruksikan peternak untuk perketat melakukan biosecurty.

Sosialisasi itu juga menjadi ajang penyampaian keluhan sejumlah peternak. Mulai dari mengeluhkan harga babi yang sakit ditawar murah karena adanya kasus kematian babi mendadak. Kemudian ada juga mengeluhkan di Desa Cau Belayu menjadi tempat pembuangan bangkai babi.

Pada intinya peternak meminta pemerintah membantu menangani kasus tersebut. Utamanya khusus babi sehat agar dibantu supaya harganya tidak jatuh jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Sebab jika harga rendah, peternak akan mengalami kerugian besar. Apalagi yang sakit per kilogramnya ditawar Rp 10.000.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Tabanan Putu Eka Putra Nurcahyadi, Camat Marga I Gusti Alit Admiatmika, Kapolres Marga I Gusti Made Sudarma, dan pejabat Dinas Pertanian bagian Peternakan. Bahkan pada kesempatan itu ditetapkan, di Kecamatan Marga harga babi hidup Rp 26 ribu per kilogram. Dinas Pertanian Tabanan juga membagikan kaporit 1 kilogram per desa.

Camat Marga Gusti Alit Adiatmika mengatakan, acara kali ini untuk menindaklanjuti keluhan peternak jelang Galungan. Dari informasi yang didapat harga daging babi hidup sehat di tingkat peternak anjlok di kisaran Rp 10 ribu per kilogram di tangan bakul atau saudagar babi. “Kami khawatir pas jelang Galungan harga bisa turun lagi, maka dari itu buat kegiatan makan babi bersama dan sosialisasi,” ujarnya.

Dikatakannya, di Kecamatan Marga terdata sudah ada lebih dari 100 ekor babi mati mendadak. Angka tersebut hingga Rabu (12/2) terus bertambah. “Jumlah pastinya masih terus dilakukan pendataan, karena hampir tiap hari masih ada saja laporan babi mati di Marga,” imbuhnya.

Lewat sosialisasi diharapkan Gusti Adiatmika dapat mengedukasi peternak dalam upaya menjaga kesehatan babi yang masih hidup lewat biosecurity dan pemberian disinfektan. Juga mengedukasi bahwa daging babi aman dikonsumsi, asal dimasak dengan benar dan matang.

Hal senada juga disampaikan Putu Eka Nurcahyadi. Menurutnya di balik konsep pembangunan yang tengah dirancang saat ini, Tabanan khususnya Marga dihadapkan persoalan yang bersifat bencana. Salah satunya kasus babi mati mendadak yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Inilah yang harus segera dicarikan solusi agar peternak tidak mengalami kerugian. Sementara itu, I Putu Suarka, peternak dari Banjar Cau Belayu meminta agar jajaran pemerintah di Kecamatan Marga memasang jaring di jembatan Cau Belayu-Sangeh, untuk mengantisipasi adanya pembuangan limbah babi mati maupun sampah ke lokasi tersebut. “Karena sudah 80 persen ternak di Desa Cau Belayu mati, jadi kami minta tolong agar jembatan tersebut bisa diberikan jaring," terangnya.

Putu Setiawan, peternak asal Desa Tegal Jadi menilai dinas pertanian terkesan lamban menangani kasus ini. Sebab kasus pertama kali muncul bulan Desember 2019 di Desa Jegu, Kecamatan Penebel, kemudian menyebar sampai Februari 2020 ke sejumlah kecamatan. “Kasus ini seakan dibiarkan. Tindakan riil tidak ada untuk pencegahan. Apa yang dilakukan untuk menangkal virus ini agar tidak masuk, bahkan pemberian disinfektan juga terkesan terlambat apalagi stok dikatakan habis,” ucapnya.

Terkait hal tersebut Wakil Puskeswan I Tabanan yang mewilayahi tiga kecamatan Penebel, Marga, Baturiti, drh I Wayan Dana mengatakan saat ini memang belum ada obat untuk menangani kasus babi mati karena virus. Dan memang saat awal muncul kasus, pihaknya lebih fokus di Penebel, namun sejak pertengahan Januari sudah melakukan sosialisasi menyasar Kecamatan Marga dan Baturiti. “Disinfektan memang sekarang terbatas, namun dinas terkait sudah mengajukan,” tandasnya. *des

loading...

Komentar